Hukum Istikharah dengan Tasbih

0
16

BincangSyariah.Com – Di sebagian masyarakat, terdapat satu cara melakukan istikharah yang cukup populer dengan menggunakan tasbih. Sebenarnya, bagaimana hukum melakukan istikharah dengan tasbih tersebut, apakah boleh?

Istikharah dengan tasbih adalah mengambil butirannya secara acak, kemudian dihitung butir perbutir dengan cara membaca ‘subhanallah’ untuk butir pertama, membaca ‘alhamdulillah’ untuk butir kedua, dan laa ilaha illallah untuk butir ketiga. Ini dilakukan hingga akhirnya tinggal tersisa satu butir tasbih.

Jika butir terakhir tasbih itu bacaannya adalah ‘subhanallah’, maka artinya bebas bisa dilakukan atau tidak, jika bacaannya ‘alhamdulillah’ artinya dapat dilakukan dan jika la ilaha illallah, maka artinya jangan dilakukan.

Menurut para ulama, cara istikharah model seperti ini sebagaimana di atas hukumnya tidak boleh. Tata cara istikharah yang dibenarkan hanya ada tiga, yaitu dengan melakukan shalat istikharah dan sekaligus membaca doanya, hanya membaca doa istikharah saja, membaca doa istikharah setelah shalat tertentu, seperti setelah shalat wajib, shalat Dhuha dan lainnya.

Adapun tata cara istikharah dengan tasbih atau lainnya, maka hukumnya tidak dibolehkan. Ini sebagaimana disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah berikut;

السؤال : ما حكم الاستخارة على السبحة، حيث تقوم على فكرة التلفظ بذكر معين ثم تقبض السبحة بيدك، فتقوم بالفعل أو عدمه اعتماداً على خروج عدد معين من أحجار السبحة زوجي أو فردي، أو إذا انتهت أحجار السبحة عند ذكر معين؟

الجواب…وأما الاستخارة بالسبحة بالكيفية الواردة في السؤال فلا تجوز؛ لأن هذه الصورة في حقيقتها شبيهة بالاستقسام بالأزلام؛ لأنها طلب المستخير أحد أمرين، وهما افعل أو لا تفعل، بصورة خاضعة للحظ المحض، وهذا مناقض للأخذ بالأسباب.

Pertanyaan: Bagaimana hukum istikharah dengan tasbih, dengan cara melafadzkan dzikir tertentu, lalu memegang tasbih di tangannya. Melakukan atau tidak tergantung pada keluarnya hitungan tertentu dari butir-butir tasbih tersebut, genap atau ganjil, atau butir-butir tasbih berhenti di bagian dzikir tertentu?

Jawaban: Adapun istikharah dengan tasbih, sebagaimana cara yang disebutkan dalam pertanyaan, hukumnya tidak boleh. Hal ini karena cara ini hakikatnya sama dengan mengundi nasib dengan anak panah. Karena istikharah dengan tasbih adalah orang yang beristikharah mencari dua perkara, dilakukan atau tidak, dengan cara tunduk pada nasih murni, dan ini bertentangan untuk mengambil sebab-sebab tertentu.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here