Hukum Istikharah dengan Al-Quran

0
23

BincangSyariah.Com – Di antara cara istikharah yang populer di tengah masyarakat adalah istikharah dengan Al-Quran. Biasanya, istikharah dengan Al-Quran ini dipilih demi segera untuk mendapatkan jawaban. Sebenarnya, bagaimana hukum mengenai istikharah dengan Al-Quran, apakah boleh?

Istikharah dengan menggunakan mushaf itu memiliki banyak varian di tengah masyarakat. Namun yang biasa dipraktekkan adalah sebagai berikut;

Pertama, orang yang hendak istikharah mengambil mushaf Al-Quran dan meletakkan di depannya. (Baca: Mengenal Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia)

Kedua, membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali.

Ketiga, membaca shalawat sebanyak tiga kali.

Keempat, lalu membaca doa berikut:

اَللَّهُمَّ اِنِّي تَفَأَلْتُ بِكِتَابِكَ وَتَوَكَّلْتُ عَلَيْكَ فَأَرِنِي مِنْ كِتَابِكَ مَاهُوَ مَكْتُومٌ مِنْ سِرِّكَ الْمَكْنُونِ فِي غَيْبِكَ

Ya Allah, sungguh aku memohon pilihan dengan kitab-Mu dan betawakkal kepada-Mu, maka perlihatkan kepadaku dari kitab-Mu apa yang telah ditentukan dari rahasia-Mu yang tersimpan dalam keghaiban-Mu.

Kelima, kemudian membuka Al-Quran secara acak, dan kemudian lembar bagian kanan dibaca dengan sempurna, dan lembar bagian kiri juga dibaca dengan sempurna. Setelah selesai dibaca, maka kemudian menghitung huruf kho’ di lembar bagian kanan dan menghitung huruf syin di lembar bagian kiri. Jika lebih banyak huruf kho’, maka berarti baik dan boleh dilanjutkan, namun jika lebih huruf syin, maka berarti jelek dan harus ditinggalkan.

Mengenai hukum istikharah dengan mushaf, maka para ulama berbeda pendapat. Menurut sebagian ulama, istikharah dengan Al-Quran hukumnya boleh, sebagian ulama lain menghukumi makruh, dan ulama Malikiyah mengharamkan istikharah dengan Al-Quran.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syihabuddin Al-Alusi dalam kitab Gharaib Al-Ightirab berikut;

وقد خرج ابن العجمي في منسكه قال ولا يؤخذ الفال من المصحف قال العلماء اختلفوا في ذلك فكرهه بعضهم وأجازه بعضهم ونص المالكية على تحريمه

Ibn Al-Ajmi telah memfatwakan dalam kitab Mansak-nya bahwa fal dengan Al-Quran tidak boleh diambil atau dijadikan pedoman. Dia berkata: Para ulama berbeda pendapat dalama masalah itu. Sebagian menghukumi makruh, sebagian lagi membolehkan, dan ulama Malikiyah menegaskan mengenai keharamannya. Wallahu a’lam bis shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here