Hukum dan Keutamaan Minum Bekas Air Wudhu

2
3521

BincangSyariah.Com – Di dalam kitab-kitab fiqh disebutkan bahwa bekas air wudhu sebaiknya dibiarkan tanpa dibasuh dengan handuk, kain atau lainnya. Bahkan para santri di pesantren biasanya meminum bekas air wudhu. Sebenarnya bagaimana hukum meminum bekas air wudhu dan apa keutamaanya?

Ulama Syafiiyah dan Hanafiyah menganjurkan aga air bekasr wudhu diminum sesaat setelah melakukan wudhu. Minum bekas air wudhu adalah sunnah karena Nabi Saw pernah juga minum bekas air wudhu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah berikut;

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ عَلَى أَنَّ مِنْ مُسْتَحَبَّاتِ  الْوُضُوءِ أَنْ يَشْرَبَ الْمُتَوَضِّئُ عَقِبَ فَرَاغِهِ مِنَ الْوُضُوءِ  ، مِنَ الْمَاءِ الَّذِي زَادَ فِي الإْنَاءِ ، لِمَا وَرَدَ عَنْ عَلِيٍّ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُهُ

“Ulama Hanafiyah dan Syafiiyah menegaskan bahwa di antara kesunahan wudhu ialah orang wudhu minum bekas air wudhu yang berlebih dari wadah. Hal ini berdasarkan riwayat dari Sayidina Ali bahwa Nabi Saw pernah melakukannya.”

Salah satu keutamaan minum bekas air wudhu adalah bisa menyembuhkan penyakit. Hal ini pernah dialami oleh Abdul Ghani al-Nabulisi. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Raddul Mukhtar, dia berkisah;

ومما جربته أني إذا  أصابني مرض أقصد الاستشفاء بشرب فضل الوضوء فيحصل لي الشفاء ، وهذا دأبي  اعتمادا على قول الصادق صلى الله عليه وسلم في هذا الطب النبوي الصحيح

“Termasuk hal yang telah aku coba ketika aku terkena suatu penyakit,  maka aku berniat menyembuhkan penyakit tersebut dengan meminum bekas air wudhu,  kemudian kesembuhan berhasil bagiku. Dan akhirnya ini menjadi kebiasaanku dengan  berpegangan pada sabda Nabi Saw dalam  pengobatan nabawi yang shahih ini.”

Baca Juga :  Hukum Berwudhu dan Mandi Junub Menggunakan Air Hangat

Adapun tata caranya boleh diminum dalam keadaan berdiri sambil menghadap kiblat, dan boleh juga minum dalam keadaan duduk. Dan setelah minum, dianjurkan untuk membaca doa berikut;

اللَّهُمَّ اشْفِنِي بِشِفَائِكَ ، وَدَاوِنِي  بِدَوَائِكَ ، وَاعْصِمْنِي مِنَ الْوَهَل وَالأْمْرَاضِ وَالأْوْجَاعِ

Allohummasyfini bi syifa-ika wa dawini bi dawa-ika wa’shimni minal wahli wal amrodhi wal awja-‘i.

“Ya Allah, sembuhkanlah aku dengan kesembuhan-Mu, obatilah aku dengan obat-Mu, dan lingdungilah aku dari penyakit dan sakit.”

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum… Bagaimana cara menampung air bekas wudhu? Memakai baskom yang diletakkan dibawah keran atau bagaimana? Mohon penjelasannya.. Terima kasih..
    Wassalamualaikum…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here