Hukum Bersuci dengan Air Dalam Kemasan

0
2426

BincangSyariah.Com – Saat ini air kemasan sudah menjadi konsumsi masyarakat umum. Bahkan air kemasan sejenis AQUA dan lainnya sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat. Umumnya air kemasan ini digunakan untuk minum. Namun dalam keadaan tertentu, juga digunakan untuk bersuci seperti digunakan untuk wudu dan istinja. Bagaimana hukum bersuci dengan air kemasan, apakah boleh?

Air mineral kemasan seperti AQUA dan sejenisnya dihukumi suci dan mensucikan. Ia termasuk kategori air mutlak yang bisa digunakan untuk minum dan bersuci. Hal ini karena meskipun dalam pengolahan air mineral dicampur dengan bahan tertentu, namun bahan tersebut tidak sampai merubah status air mineral dari kategori air mutlak. Perubahan yang diakibatkan bahan campuran saat pengolahan air mineral hanya sedikit, baik pada warna, rasa dan baunya. Karena itu, air mineral tetap dikategorikan sebagai air mutlak yang boleh digunakan untuk bersuci.

Dalam kitab Hasyiyatul Bajuri, Imam Albajuri mengatakan sebagai berikut;

فان لم يمنع اطلاق اسم الماء عليه بأن كان تغيره بالطاهر يسيرا أو بما يوافق الماء في صفاته وقدر مخالفا ولم يغيره فلا يسلب طهوريته فهو مطهر لغيره

“Jika bahan campuran tidak menghalangi kemutlakan nama air, seperti sedikit terjadi perubahan air karena bercampur dengan benda suci lain atau suatu zat yang sifatnya menyerupai air dan antara zat dan air bisa diberdakan, namun tidak merubah sifat air, maka bahan campuran tersebut tidak merusak kesucian air. Air tersebut tetap bisa mensucikan pada lainnya.”

Dalam fiqih, air dibagi menjadi tiga kategori sebagai berikut;

Pertama, disebut air mutlaq. Selama warna, bau dan rasa air tidak berubah, atau berubah namun sedikit, maka air tersebut disebut air mutlak dan dihukumi suci dan mensucikan. Contoh air yang berubah sedikit karena ada campuran bahan tertentu adalah air mineral seperti AQUA dan sejenisnya. Karena itu, air kemasan boleh digunakan untuk bersuci seperti wudu dan istinja.

Baca Juga :  Hikmah Syariat Mandi Wajib dan Sunah

Kedua, disebut air musta’mal. Yang disebut air musta’mal adalah air yang sudah digunakan bersuci wajib atau bercampur dengan bahan suci yang sampai merubah warna, bau dan rasa air. Contoh air musta’mal adalah air yang sudah digunakan berwudhu, air teh, air pacar dan sejenisnya. Air musta’mal hukumnya suci tapi tidak boleh digunakan untuk bersuci.

Ketiga, disebut air mutanajjis. Air mutanajjis adalah air yang terkena najis atau bercampur dengan najis. Hukumnya adalah najis, tidak boleh diminum dan bersuci.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here