Hukum Bersendawa Saat Shalat, Apakah Shalat Batal?

0
335

BincangSyariah.Com – Bersendawa umumnya terjadi setelah makan dan identik dengan keadaan perut lagi kenyang. Biasanya kita bersendawa di luar shalat setelah makan, namun terkadang juga bersendawa saat shalat. Bagaimana hukum bersendawa saat shalat, apakah shalat batal?

Di dalam kitab-kitab fiqih, sendawa disebut dengan al-jusya’. Mengenai hukum bersendawa dalam shalat, kebanyakan para ulama menyamakan hukumnya dengan hukum berdehem dalam shalat. Artinya, jika kita mengetahui hukum berdehem dalam shalat, maka secara otomatis kita juga mengetahui hukum bersendawa.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fawakih Al-Dani berikut;

وَيَنْبَغِي أَنَّ الْجُشَاءَ وَالتَّنَخُّمَ كَالتَّنَحْنُحِ فِي أَحْكَامِهِ

Sepantasnya sendawa dan keluar dahak, hukumnya sama dengan berdehem.

Adapun mengenai hukum berdehem dalam shalat, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, jika seseorang berdehem sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya batal. Sebaliknya, jika tidak sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya tidak batal. Ini adalah pendapat yang paling shahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama.

Kedua, berdehem tidak membatalkan shalat meskipun sampai mengeluarkan suara dua huruf. Ini adalah pendapat Imam Al-Rafii.

Ketiga, jika seseorang berdehem dan mulutnya tertutup, maka shalatnya tidak batal, baik mengeluarkan suara dua huruf atau tidak. Namun jika berdehem dengan membuka mulut dan sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya batal. Jika tidak sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya tidak batal. Ini adalah pendapat Imam Al-Mutawalli.

Penjelasan di atas telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’  berikut;

وأما التنحنح فحاصل المنقول فيه ثلاثة أوجه الصحيح الذى قطع به المصنف والاكثرون ان بان منه حرفان بطلت صلاته والا فلا والثانى لا تبطل وان بان حرفان قال الرافعي وحكى هذا عن نص الشافعي والثالث ان كان فمه مطبقا لم تبطل مطلقا والا فان بان حرفان بطلت والا فلا وبهذا قطع المتولي

Baca Juga :  Zikir Sebatas di Lisan, Apakah Tetap Mendapatkan Pahala?

Adapun berdehem, maka dari hasil nukilan pendapat ulama ada tiga pendapat. Yang paling shahih dan telah ditetapkan oleh mushannif (Imam Syairazi) dan kebanyakan ulama, jika seseorang berdehem sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya batal. Jika tidak sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka tidak batal.

Kedua, shalatnya tidak batal meskipun sampai mengeluarkan suara dua huruf. Imam al-Rafii berkata, ‘Ini dinukil dari pernyataan Imam Syafii.’ Ketiga, jika mulutnya tertutup, maka secara mutlak tidak batal. Namun jika tidak tertutup (terbuka) dan sampai mengeluarkan suara dua huruf, maka shalatnya batal. Jika tidak mengeluarkan suara dua huruf, maka tidak batal. Ini yang ditetapkan oleh Imam Al-Mutawalli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here