Hukum Bersandar pada Tiang Saat Khutbah Jumat

0
971

BincangSyariah.Com –Ketika kita melaksanakan shalat Jumat di masjid, banyak kita jumpai di antara jamaah shalat Jumat yang duduk sambil bersandar pada tiang, bersandar pada dinding, atau memeluk lututnya ketika khatib sedang menyampaikan khutbah. Hal itu membuat sebagian jamaah tersebut tertidur sehingga tidak bisa mendengarkan khutbah Jumat dengan baik. Sebenarnya, bagaimana hukum bersandar pada tiang saat khutbah Jumat sedang disampaikan oleh khatib?

Jika bersandar pada tiang, dinding atau memeluk lutut tidak menyebabkan seseorang menjadi ngantuk, maka hukumnya boleh dan tidak makruh. Sebaliknya, jika hal tersebut menyebabkan dirinya ngantuk sehingga tidak bisa mendengarkan khutbah Jumat dengan baik dan khusyuk, maka hukumnya adalah makruh.

Namun menurut Imam al-Khaththabi, memeluk lutut atau bersandar pada tiang dan dinding saat khatib sedang menyampaikan khutbah Jumat sangat dilarang, dan sebagian ulama menghukumi makruh, baik menyebabkan seseorang ngantuk atau tidak. Hal ini karena pada umumnya jika seseorang memegang lututnya atau bersandar pada tiang dan dinding, maka hal tersebut menyebabkan dirinya ngantuk dan tidak bisa mendengarkan khutbah dengan baik.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin berikut;

وأما الاحتباء والإمام يخطب ، فقال صاحب ( البيان ) : لا يكره . والصحيح : أنه مكروه . فقد صح في سنن أبي داود  والترمذي ، أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ، نهى عن الاحتباء والإمام يخطب ، قال الترمذي : حديث حسن . وقال الخطابي من أصحابنا : نهى عنه ، لأنه يجلب النوم فيعرض طهارته للنقض ، ويمنعه استماع الخطبة

“Adapun memegang lutut saat imam sedang khutbah, maka menurut pengarang kitab al-Bayan hukumnya tidak makruh. Menurut pendapat yang shahih adalah makruh. Hal ini berdasarkan hadis shahih yang disebutkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmizi, bahwa Rasulullah Saw melarang memegang lutut saat imam sedang khutbah. Menurut Imam Tirmizi, hadis ini adalah hadis hasan. Imam al-Khaththabi berkata dari kalangan ulama Syafiiyah, ‘Perbuatan memegang lutut ini dilarang, karena ini bisa menyebabkan ngantuk, sehingga bisa jadi wudhunya batal, dan terhalangi mendengarkan khutbah.”

Baca Juga :  Hukum Puasa Ayyamul Bidh Pada Hari Tasyriq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here