Hukum Bermakmum pada Imam yang Waswas

0
234

BincangSyariah.Com – Waswas merupakan bentuk keraguan yang menghinggapi sebagian orang. Bahkan seorang imam shalat berjemaah terkadang dihinggapi penyakit waswas ini. Ia mengulangi takbiratul ihram hingga tiga kali, bahkan lebih. Tentu hal ini akan menyebabkan sebagian makmum merasa tidak nyaman berjemaah dengan imam yang dihinggapi penyakit waswas ini. Sebenarnya, bagaimana hukum bermakmum pada imam yang waswas ini?

Disebutkan bahwa bermakmum pada imam yang dihinggapi waswas adalah sah namun makruh. Oleh karena itu, jika kita bisa bermakmum pada imam lain yang tidak waswas, maka hal itu lebih baik. Namun jika tidak memungkinkan mencari imam lain, maka tidak masalah bermakmum padanya karena hal tersebut tidak mempengaruhi rusaknya shalat berjemaah.

Kemakruhan bermakmum pada imam yang waswas ini disebabkan karena dia ragu terhadap perbuatan dirinya sendiri sehingga menimbulkan kesan bahwa dia tidak layak untuk diikuti. Hal ini sebagimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وكره أيضا اقتداء بموسوس) هو الذي يقدر ما لم يكن كائنا ثم يحكم بحصوله من غير دليل ظاهر، كأن يتوهم وقوع نجاسة بثوبه ثم يحكم بوجودها من غير ذلك، وإنما كره الاقتداء خلفه لأنه يشك في أفعال نفسه. وسئل ابن حجر عن الاقتداء بالموسوس هل يصح أم لا؟ وعن الفرق بين الوسوسة والشك؟ (فأجاب) بأن الصلاة خلفه صحيحة إلا أنها مكروهة، لأنه يشك في أفعال نفسه.

“Dimakruhkan juga bermakmum pada orang yang waswas. Orang waswas adalah orang yang mengira sesuatu yang tidak ada menjadi ada tanpa adanya bukti yang jelas. Seperti menduga adanya najis pada bajunya, kemudian dia meyakini adanya najis tersebut tanpa ada bukti yang jelas. Kemakruhan bermakmum di belakang orang yang waswas ini adalah karena dia ragu terhadap perbuatan dirinya sendiri. Imam Ibnu Hajar pernah ditanya tentang hukum bermakmum pada orang yang waswas, apakah sah atau tidak? Juga ditanya tentang perbedaan antara waswas dan syak. Kemudian beliau menjawab bahwa shalat di belakang orang yang waswas adalah sah namun hal tersebut dimakruhkan. Hal ini karena orang yang waswas ragu terhadap perbuatan dirinya sendiri.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here