Hukum Berkurban dengan Menggunakan Ayam

0
819

BincangSyariah.Com – Pada hari raya Idul Adha, terdapat dua amalan sunah yang paling utama untuk dikerjakan, yaitu salat Idul Adha secara berjamaah dan menyembelih hewan kurban. Kedua amalan tersebut telah dicontohkan oleh Nabi Saw. sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Albara’ bin ‘Azib berikut;

إِنَّ أَوَّلُ مَانَبْدَأُ بِهِ يَوْمَنَا هَذَا: أَنْ نُصَلِّيْ، ثُمَّ نَرْجِعَ، فَنَنْحَرَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ، فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ ذَلِكَ، فَإِنمَّا هُوَ لَحْمٌ قَدّمَهُ لِأَهْلِهِ، لَيْسَ مِن النُسُكِ فِيْ شَيْءٍ

“Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini adalah salat (Idul Adha), kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan kurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah salat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah kurban.”

Melalui hadis ini, Nabi Saw. mencontohkan bahwa setelah melaksanakan salat Idul Adha hendaknya dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban. Hewan yang dijadikan kurban pada umumnya adalah hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing atau domba.

Apakah boleh berkurban dengan selain dari tiga jenis hewan tersebut, semisal berkurban dengan ayam?

Terkait masalah ini ada dua pendapat. Pendapat pertama tidak membolehkan berkurban selain dari hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing. Sedangkan pendapat kedua membolehkan berkurban dengan ayam dan hewan sejenis terutama bagi yang tidak mampu membeli unta, sapi, atau kambing.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Almughni, kebanyakan ulama telah sepakat bahwa hewan yang dijadikan kurban harus dari hewan an’am atau hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing atau domba. Selain dari jenis hewan ternak, tidak boleh dan tidak sah dijadikan sebagai hewan kurban. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah AlHajj ayat 34;

Baca Juga :  Bolehkah Mewakilkan Sembelihan Kurban Kepada Orang yang Tidak Salat?

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.”

Imam AlQurthubi mengatakan dalam kitabnya Tafsirul Qurthubi, bahwa yang dimaksud bahimatul an’am dalam ayat di atas adalah unta, sapi dan kambing. Sehingga beliau menyimpulkan bahwa hewan yang bisa dijadikan kurban adalah unta, sapi dan kambing. Selain tiga jenis hewan tersebut, tidak sah dijadikan hewan kurban.

Pendapat kedua disampaikan oleh Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya Almuhalla. Beliau mengatakan bahwa setiap hewan yang boleh dimakan, baik sapi, ayam, angsa, kuda, dan lain sebagainya, boleh dijadikan hewan kurban. Hal ini berdasarkan perkataan sahabat Ibnu Abbas yang membolehkan berkurban dengan ayam atau angsa.

Imam AlBajuri menyebutkan dalam kitab Hasyiyatul Bajuri, bahwa sahabat Ibnu Abbas membolehkan berkurban dengan ayam atau angsa. Karena itu, sebagian ulama membolehkan berkurban dengan ayam atau angsa terutama bagi orang yang tidak mampu membeli unta, sapi, atau kambing.

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يَكْفِي إِرَاقَةُ الدَّمِ وَلَوْ مِنْ دَجَاجٍ أَوْ إِوَزٍّ كَمَا قَالَ الْمَيْدَانِيُّ وَكَانَ شَيْخُنَا رَحِمَهُ اللهُ يَأْمُرُ الْفَقِيرَ بِتَقْلِيدِهِ وَيُقِيسُ عَلَى الْأُضِحِيَّةِ العَقِيقَةَ وَيَقُولُ لِمَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ عَقَّ بِالدِّيَكَةِ عَلَى مَذْهَبِ ابْنِ عَبَّاسٍ

“Dari Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya kurban itu cukup dengan mengalirkan darah walaupun dari ayam atau angsa sebagaimana yang dikemukakan al-Maidani. Sedangkan guru kami rahimahullah menganjurkan orang fakir untuk bertaklid atau mengikuti pendapat tersebut. Beliau menganalogikan akikah dengan kurban, dan mengatakan boleh bagi orang yang memiliki anak untuk berakikah dengan ayam jantan menurut mazhab Ibnu Abbas.”

Baca Juga :  Fungsi dan Keutamaan Surah Alfatihah

Dengan demikian, sebaiknya hewan yang dijadikan kurban adalah unta, sapi, atau kambing sebagaimana pendapat kebanyakan ulama. Jika terpaksa karena tidak mampu dan memiliki keinginan yang kuat untuk berkurban, maka dengan ayam atau lainnya dibolehkan sebagaimana pendapat sahabat Ibnu Abbas dan Imam Ibnu Hazm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.