Hukum Berhubungan Badan di Malam Hari Pada Bulan Ramadhan

5
9159

BincangSyariah.Com – Berhubungan badan atau jima’ adalah hal yang lumrah dan wajar dilakukan oleh sepasang suami istri yang sah. Lalu, bagaimana hukumnya jika hubungan suami istri itu dilakukan di malam bulan Ramadhan? Bolehkah?

Hubungan badan antara suami istri di malam-malam bulan Ramadhan hukumnya adalah boleh secara syara’, selama tidak ada udzur syar’i yang melarangnya seperti istri sedang dalam keadaan haid dan nifas. Hal ini berdasarkan pada firman Allah swt. sebagaimana berikut.

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah/2: 187)

Imam Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah sebagai rukhsah atau dispensasi dari Allah swt. kepada umat muslim. Di mana pada permulaan Islam, jika salah satu dari umat muslim sudah berbuka puasa, maka halal baginya untuk makan, minum, dan berhubungan badan sampai shalat Isya’ atau tidur. Ketika ia telah tidur atau shalat isya’, maka haram baginya untuk makan, minum, dan jima’ sampai malam berikutnya. Umat muslim pun sangat berat menjalaninya. Dan maksud arti rafats di sini adalah jima’ atau berhubungan badan.

Baca Juga :  Cara Menghadirkan Hati Saat Salat

Imam Al-Jashshash di dalam kitab Ahkamul Qur’an pun juga menafsirkan ayat tersebut. Beliau berkata, Allah swt. telah memperbolehkan berhubungan badan, makan, dan minum di awal malam (maghrib) sampai terbitnya fajar (waktu shubuh).

Dengan demikian, maka hukum berhubungan badan antara suami istri di malam-malam bulan Ramadhan itu boleh menurut syara’, selama tidak ada udzur syar’i yang dilarang untuk melakukan hubungan badan, seperti haid dan nifas. Wa Allahu A;lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

5 KOMENTAR

  1. klo dah mlm boleh jng kaya polisi bejat laknat bangsat goblok anjing bajingan neraka jahanam bangsat jdi polisi itu stress gila sakit jiwa kumatt dsarr polisi setan dsarr anjing bangsat babii

  2. ass. saya tidak mengerti dengan penjelasan di atas. pertanyaan saya. bagai mna mlm hari berhubungan badan di bln puasa.?? misnyalnya tengah mlm.. dan gxk mungkn untuk mandi. (junub). sedangkn jam 4 pgi udah sahurr. tolong di jelaskn. wassalam.

    • Maaf buk, seharusy sbllum sahur kita dah mandi junub, tpi bila ke bablasan tidur, hinges dapat waktu imsak kita diwajibkn mandi junub, dan dilnjutkn trrus puasay thu sah buk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here