Hukum Bercelak Saat Ihram, Apakah Boleh?

0
8

BincangSyariah.Com – Ketika seseorang sedang melakukan ihram, maka terdapat beberapa hal yang tidak boleh ia lakukan, di antaranya adalah memakai wewangian. Namun bagaimana dengan celak mata, apakah bercelak saat ihram termasuk hal yang tidak boleh dilakukan? (Baca: Bolehkah Memakai Perhiasan Saat Ihram?)

Mengenai hukum bercelak saat ihram, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Setidaknya, tiga pendapat di kalangan para ulama mengenai bercelak saat ihram.

Pertama, bercelak saat ihram dengan menggunakan batu itsmid hukumnya adalah boleh selama tidak bercampur dengan wewangian. Selama tidak ada unsur wewangian, maka boleh bercelak saat ihram. Ini adalah pendapat ulama Hanafiyah.

Namun jika celak yang digunakan ada unsur wewangian, jika digunakan sekali atau dua kali saat ihram, maka wajib membayar sedekah. Jika digunakan sampai tiga kali atau lebih saat ihram, maka wajib membayar dam.

Kedua, memakai celak saat ihram hukumnya tidak boleh. Ini adalah pendapat dari kalangan ulama Malikiyah. Menurut mereka, jika seseorang bercelak saat ihram, maka ia wajib membayar fidyah.

Ketiga, memakai celak saat ihram hukumnya boleh namun makruh. Ini adalah pendapat ulama Syafiiyah dan Hanabilah. Menurut ulama Hanabilah, kebolehan bercelak saat ihram syaratnya tidak diniatkan untuk berhias. Jika niat berhias, maka hukumnya tidak boleh.

Ketiga pendapat ulama di atas sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

أَجَازَ الْحَنَفِيَّةُ الاِكْتِحَال بِالإْثْمِدِ لِلْمُحْرِمِ بِغَيْرِ كَرَاهَةٍ مَا دَامَ بِغَيْرِ طِيبٍ، فَإِذَا كَانَ بِطِيبٍ وَفَعَلَهُ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ فَعَلَيْهِ صَدَقَةٌ، فَإِنْ كَانَ أَكْثَرَ فَعَلَيْهِ دَمٌ. وَمَنَعَهُ الْمَالِكِيَّةُ وَإِنْ كَانَ مِنْ غَيْرِ طِيبٍ، إِلاَّ إِذَا كَانَ لِضَرُورَةٍ، فَإِنِ اكْتَحَل فَعَلَيْهِ الْفِدْيَةُ.وَأَجَازَهُ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ مَعَ الْكَرَاهَةِ، وَاشْتَرَطَ الْحَنَابِلَةُ عَدَمَ قَصْدِ الزِّينَةِ بِهِ

Baca Juga :  Menyebut Nama Nabi Muhammad Ketika Menyembelih Hewan, Apakah Boleh?

Artinya:

Ulama Hanafiyah membolehkan bercelak dengan batu istmid bagi orang yang ihram tanpa ada kemakruhan selama tidak mengandung unsur wewangian. Jika ada unsur wewangian, dan ia memakainya sekali atau dua kali, maka ia harus bersedekah. Jika lebih dari dua kali, maka ia wajib membayar dam. Ulama Malikiyah tidak membolehkan bercelak meski tidak ada unsur wewangiannya, kecuali dalam keadaan darurat. Jika ia bercelak, maka ia wajib membayar fidyah. Ulama Syafiiyah dan ulama Hanabilah membolehkan bercelak meski makruh. Ulama Hanabilah mensyaratkan harus tidak ada niatan untuk berhias dengan bercelak tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here