Hukum Bercelak Ketika Hendak Pergi ke Masjid untuk Shalat Jumat

0
9

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika kita hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat, kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang bagus dan memakai wewangian. Namun bagaimana dengan hukum bercelak ketika hendak pergi ke masjid untuk shalat Jumat, apakah dianjurkan?

Bercelak ketika hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat atau hendak i’tikaf di masjid termasuk bagian dari berhias diri yang diperbolehkan dalam Islam. Tidak masalah bagi seseorang bercelak ketika hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat atau lainnya.

Bahkan dalam Al-Quran, terdapat satu ayat yang menganjurkan agar kita berhias diri, terutama dengan pakaian bagus dan indah dan wewangian, ketika kita hendak pergi ke masjid. Ayat dimaksud adalah sebagai berikut;

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Wahai anak Adam, pakailah perhiasanmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid (shalat). Makanlah dan minumlah dan jangan berlebihan karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Menurut Ibn Katsir, berdasarkan ayat ini, maka disunnahkan memakai pakaian terbaik dan berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat Jumat, shalat Id dan lainnya. Beliau berkata sebagai berikut;

ولهذه الآية وما ورد في معناها من السنة، يستحب التجمل عند الصلاة ولا سيما يوم الجمعة ويوم العيد، والطيب لأنه من الزينة، والسواك لأنه من تمام ذلك

“Berdasarkan ayat ini dan juga dalil dari beberapa sunnah yang semakna dengannya (terkandung faidah) dianjurkannya memperindah penampilan ketika shalat, lebih-lebih pada hari Jumat dan hari raya. (Juga dianjurkan) memakai wangi-wangian, karena hal itu termasuk dalam perhiasan, dan juga siwak, karena hal itu termasuk dalam perkara yang menyempurnakannya.”

Tentunya termasuk kesempurnaan tajammul atau berhias diri, selain memakai pakaian terbaik dan memakai wewangian, adalah memakai celak. Karena itu, ulama Syafiiyah membolehkan memakai celak ketika i’tikaf di dalam masjid. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Baca Juga :  Doa Ketika Hendak Bercelak

تَكَلَّمَ الشَّافِعِيَّةُ عَلَى الزِّينَةِ فِي الاِعْتِكَافِ وَالاِكْتِحَال فِيهِ، وَصَرَّحُوا بِأَنَّهُ لاَ يَضُرُّ فِيهِ الاِكْتِحَال وَلاَ الزِّينَةُ

“Ulama Syafiiyah berbicara mengenai berhias diri dan memakai celak ketika i’tikaf. Mereka menegaskan bahwa tidak masalah memakai celak dan berhias diri ketika i’tikaf.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here