Hukum Berbicara saat Khotbah Jumat Berlangsung

0
407

BincangSyariah.Com – Syaikh Daqiq al-‘Id mengatakan dalam kitab Ihkamul Ahkam, mayoritas ahli fikih sepakat bahwa hukum melakukan dua khutbah jumat adalah  wajib, namun mereka berbeda pendapat mengenai keharusan diam dan mendengarkan khutbah jumat.

Dalam sebuah riwayat dikatakan

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا قلت لصاحبك: أنصت يوم الجمعة والإمام يخطب – فقد لغوت

“Kalau anda mengatakan kepada teman anda ‘Diam’ sementara Imam khutbah pada hari Jumah, maka anda telah sia-sia” (HR. Bukhari&Muslim)

Laghauta berasal dari kata lagha yalghu laghwan artinya perkataan buruk yang tidak ada kebaikan di dalamnya, termasuk di antaranya juga ghibah. Hadis di atas adalah dalil atas perintah agar diam saat khutbah berlangsung dan mendengarkan dengan seksama.

Madzhab syafi’I menganggap diam dan mendengarkan khutbah wajib bagi laki-laki umur 40 tahun lebih, sedangkan untuk sebelum umur itu, ulama berbeda pendapat apakah seseorang yang tidak mendengar khutbah tetap harus diam dan mendengarkan khutbah.  Sebagian ulama tetap melihat kewajiban diam dan mendengarkan khutbah berdasarkan hadis di atas, sebab sekalipun seseorang itu tidak bisa mendengar khutbah tapi dia tahu bahwa saat itu khutbah berlangsung.

Sedangkan madzhab Malikiyah berdasarkan hadis di atas berpendapat karena keharusan mendengarkan dan diam saat khutbah maka hendaknya tidak shalat tahiyatul masjid jika ketika tiba di masjid khutbah telah dimulai, sebab ia terhalang dari diam untuk mendengarkan khutbah jumat.

Hal tersebut menurut mazhab malikiyah karena perintah untuk diam termasuk amar ma’ruf yang merupakan keharusan. Sebab mendengar khutbah waktunya sedikit, yakni hanya saat shalat jumat berlangsung  sedangkan tahiyatul masjid waktunya luas yakni bisa dilakukan kapan saja setiap memasuki masjid. Wallahu’alam.

Baca Juga :  Doa Ketika Masuk Masjid di Hari Jumat

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here