Hukum Azan dan Iqamah Sebelum Melaksanakan Salat Qada’

0
518

BincangSyariah.Com –Sebelum melaksanakan salat fardu, baik sendirian atau secara berjamaah, kita disunahkan terlebih dahulu untuk mengumandangkan azan dan iqamah. Namun bagaimana jika salat fardu tersebut dilakukan di luar waktunya atau salat qada’, apakah masih disunahkan untuk mengumandangkan azan dan iqamah terlebih dahulu?

Menurut ulama Hanfiyah, Syafiiyah dan Hanabilah, jika kita mengqadha’ salat fardu, maka kita tetap disunahkan untuk melakukan azan dan iqamah terlebih dahulu. Hanya saja jika salat fardu yang diqadha’ pada waktu bersamaan lebih dari satu salat fardu, maka yang disunahkan azan hanya pada salat yang pertama saja. Sementara sisanya tidak disunahkan untuk didahului dengan azan.

Misalnya, kita melakukan qada’ salat Zuhur dan Asar dalam waktu bersamaan, maka yang disunahkan azan hanya salat Zuhur saja, sementara salat Asar tidak disunakan didahului dengan azan.

Adapun untuk iqamah, maka semua salat qada’ disunahkan untuk didahului dengan iqamah, baik hanya satu salat saja atau lebih. Misalnya, kita melakukan qada’ salat Zuhur dan Asar dalam waktu bersamaan, maka kedua salat ini disunahkan untuk didahului dengan iqamah terlebih dahulu.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah berikut;

يسن في قضاء الفوائت الأذان للأولى فقط، بخلاف الإقامة، فإنها تسن لكل فائتة، عند ثلاثة من الأئمة

“Disunahkan melakukan azan pada salat qada’ yang pertama saja, berbeda dengan iqamah, maka iqamah disunahkan untuk semua salat qada’, menurut tiga imam (Abu Hanifah, Syafii dan Ahmad bin Hanbal).”

Sementara menurut ulama Malikiyah, melakukan azan salat qada’ hukumnya makruh. Adapun iqamah, maka ia disunahkan untuk dikumandangkan dalam setiap salat qada’. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah berikut;

Baca Juga :  Ini 3 Wasiat Nabi untuk Sahabat Abu Darda

المالكية قالوا: يكره الأذان للفوائت مطلقاً، بخلاف الإقامة، فإنها تطلب لكل فائتة

“Ulama Malikiyah berkata, ‘Dimakruhkan azan untuk salat qada’ secara mutlak. Berbeda dengan iqamah, maka ia dianjurkan untuk setiap salat qada’.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here