Hukum Azan dan Iqamah bagi Wanita

0
732

BincangSyariah.Com – Di antara dua amalan yang sunah dilakukan sebelum shalat dilaksanakan adalah azan dan iqamah. (Baca:Bincang Syariah.Dua Kesunnahan Sebelum Salat).  Banyak hadis yang menerangkan keutamaan azan dan iqamah. Rasulullah saw. bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

 “Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan iqamah, Rasulullah saw. bersabda,

 مَنْ أَذَّنَ ثنتَي عَشَرَةَ سَنَةً وَحَبت لَهُ الْجَنَّة بِِتَأذنه فِى كُلِّ يَوْمٍ سِتُّوْنَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلاَثُوْنَ حَسَنَة

“Siapa saja yang melakukan azan sebanyak dua belas kali dalam setahun maka dia berhak masuk sorga, dan akan dicatatkan baginya enam puluh kebaikan setiap hari dia azan, dan untuk setiap qomat (dicatatkan) tiga puluh kebaikan.” (HR. Ibnu Umar).

Pertanyaannya, apakah wanita yang melakukannya (azan dan iqomah) juga mendapatkan keutamaannya? Bagaimana ulama melihat hal ini?

Hukum azan bagi wanita tidak boleh apabila jamaah shalat terdiri atas laki-laki (semua atau sebagian) sebagaimana diterangkan dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab.

لا يصح اذان المرأة للرجال لما ذكره المصنف هذا هو المذهب وبه قطع الجمهور ونص عليه في الام

 “Tidak sah azan perempuan untuk jamaah laki-laki. Sebagaimana disebutkan mushannif (pengarang kitab Muhadzdzab) bahwa pendapat ini adalah pendapat madzhabnya serta pendapat jumhur ulama’ serta pendapat Imam As-Syafii dalam kitab Al-Umm.”

Hal ini berbeda jika jamaah shalatnya terdiri atas wanita, azan diperbolehkan. Ulama fikih menyarankan  agar suara wanita tersebut tidak perlu dikeraskan menggunakan pengeras suara. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Umm.

وليس على النساء أذان وإن جمعن الصلاة وإن أذن فأقمن فلا بأس ولا تجهر المرأة بصوتها تؤذن في نفسها وتسمع صواحباتها إذا أذنت وكذلك تقيم إذا أقامت

Baca Juga :  Doa antara Adzan dan Iqamah; Doa yang Cepat Dikabul

“Para perempuan tidak perlu azan walaupun mereka berjamaah bersama (perempuan yang lain). Namun jika ada yang berazan dan mereka hanya melakukan iqamah, maka hal itu diperbolehkan. Dan juga tidak boleh mengeraskan suara mereka saat azan. Sekiranya azan tersebut cukup didengar olehnya sendiri dan teman-teman perempuannya, begitu juga saat iqamah.”

Hal senada tertulis dalam kitab Al-Mi’yaru Al-Islami jus 2:

ويسن لجماعة النساء الإقامة فقط دون الأذان

Jamaah wanita itu hanya disunahkan Iqamah, bukan azan.” Wallahualam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here