Hikmah Syariat Haji dan Umrah

1
6755

BincangSyariah.Com – Allah swt. sungguh telah mensyariatkan berbagai macam ritual ibadah di dalam Islam  untuk kemaslahatan hamba-Nya, baik kemaslahatannya itu dapat diraih nanti ketika di akhirat, maupun dapat dirasakan di dunia. Atau baik kemaslahatan dini (agama) maupun duniawi (dunia).

Haji dan Umrah merupakan salah satu ibadah yang telah disyariatkan Allah swt. kepada hamba-Nya. Lalu apa sajakah hikmah dan manfaat dibalik pensyariatan haji dan umrah? Berkaitan dengan hikmah dan manfaat haji dan umrah, Allah swt. telah mengisyaratkannya di dalam Alquran

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ
الْفَقِيرَ} (الحج: 28)

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka, dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan. Atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir” (Q.S. Al-Hajj:22/28).

Berdasarkan ayat tersebut, Ibnu Abbas ra. menafsirkan bahwa haji dan umrah itu memiliki manfaat-manfaat baik di dunia dan akhirat. Adapun manfaat akhirat adalah keridaan Allah Swt. atas apa yang telah umat Islam lakukan, yakni haji dan umrah dengan ikhlas. Dan manfaat dunia adalah adanya kemanfaatan bagi fisik, hewan yang disembelih untuk dibagikan kepada fakir miskin dan perdagangan.

Oleh karena adanya indikasi hikmah dan manfaat di balik pensyariatan haji dan umrah, maka Dr. Mustafa Al Khin, Dr. Mustafa Al Bugha dan Ali Al Syarbaji di dalam kitab Alfiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii merinci hikmah dan manfaat haji dan umrah sebagaimana berikut:

Baca Juga :  Sa’i Menggunakan Kursi Roda Saat Mampu Berjalan, Apa Hukumnya?

Kumpulnya orang-orang muslim. Agama ini dibangun atas berkumpulnya dan saling mengasihinya antara umat Islam. Oleh karena itu, Allah swt. menjadikan mayoritas ibadah yang disyariatkan kepada umat Islam itu sebagai sarana untuk bertemunya antar umat Islam.

Allah Swt. menjadikan mereka bertemu setiap hari lima kali adengan disyariatkannya aturan salat jemaah. Dan Allah swt. menjadikan pertemuan lain yang berulang-ulang setiap minggunya dalam bentuk disyariatkannya salat Jumat. Pertemuan lainnya yang berulang-ulang setiap tahun sekali dari seluruh negara berpenduduk muslim, Allah mensyariakan haji ke baitullah.

Menghidupkan hakikat persaudaraan islam dan menampakkannya dengan bentuk yang nyata. Yakni karena ada pengaruh perbedaan bahasa dan jauhnya negara, maka sarana yang paling baik untuk menghidupkan persaudaraan Islam adalah pertemuan umat Islam di Baitullah. Mereka berbisik dengan doa yang satu kepada Tuhan yang satu dengan satu arah

Mempererat seluruh umat muslim yang saling berjauhan rumahnya ke satu poros. Yakni Makkah, Dimana dari kota ini muncul cahaya tauhid yang memancar ke seluruh penjuru dunia, yang menjadi tanda persatuan umat Islam dan inkarnasi permulaan mereka.

Menampakkan persamaan umat Islam. Sehingga di dalam haji dan umrah itu gugur semua perbedaan antara satu muslim dengan lainnya, yang membuat bangga satu dengan lainnya di dalam pakaian dan harta.

Di Arafah, Mina, melempar jumrah, dan tawaf hampir tidak dapat diketahui mana orang Islam yang kaya dan fakir. Disini sama antara yang tuan dan pembantu, semuanya telah terendam dalam satu ruh. Yakni mendekatkan diri kepada Allah swt. dan mencari ridanya.

Haji dan umrah juga mengingatkan awal dilahirkannya manusia dari perut ibunya yang sama semua, tidak ada keistimewaan satu dengan lainnya, begitu pula ketika hari Akhir ketika manusia dibangkitkan Tuhan dalam keadaan bertelanjang kaki dan pakaian. Sehingga seharusnya orang-orang yang sedang berhaji dan umrah meresapi hikmah ini, dimana tidak ada lagi sifat sombong dan angkuh di dalam diri mereka.

Baca Juga :  Apakah Wukuf Harus Dilaksanakan di Hari Arafah?

Sebagai pengingat, napak tilas dari para nabi dan rasul. Karena arena ibadah haji itu mengandung pristiwa-peristiwa penting. Ketika umat Islam di Baitullah, maka muncul di benak mereka nabi Ibrahim dan Ismail. Merekalah yang membangun Baitullah itu dan tampak gambar Nabi yang mencium hajar Aswad serta menghinakan berhala-berhala yang dulu berada di sekitar Baitullah.

Ketika di bukit Safa dan Marwa, orang muslim mengingat ibu Hajar as. yang berusaha mencari air untuk anaknya, Ismail. Di Mina ketika melempar jumrah, maka umat Islam akan merasakan tempat nabi Ibrahim as. melawan setan dan tidak menuruti perintahnya, melemparinya dengan krikil dan menghadap perintah tuhannya untuk melaksanakan perintah Allah swt. menyembelih putranya dan peristiwa-peristiwa lainnya.

Orang-orang fakir mendapatkan rezeki atas keberkahan musim haji dari orang-orang kaya. Hal ini merupakan salah satu berkat doa nabi Ibrahim as. yang telah dikabulkan oleh Allah Swt.

(رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً
مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ

“Ya Allah, sesungguhnya Aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrahim; 14/37).

Haji itu melatih fisik atas sesuatu yang kasar dan sulit, serta melatih kesabaran dari hal-hal yang dibenci. Melatih untuk tawadlu dan toleransi, bergaul dengan baik dan mendidik jiwa untuk mencurahkan diri (totalitas dalam beribadah), berkurban, sadaqah dan berbuat baik. Dan untuk melatih hati nurani agar suci dan dekat dengan Allah Swt.

Baca Juga :  Tips Shalat Agar Khusyu' Menurut Imam al-Ghazali

Allah Swt. berfirman:

{الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ}.

Haji itu (pada) bulan-bulan yang dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah)haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafas)., berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Q.S. Al Baqarah; 2/197).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here