Hikmah Mengapa Umat Muslim Harus Shalat Lima Waktu dalam Sehari

1
1457

BincangSyariah.Com – Shalat ialah salah satu tanggung jawab bagi setiap muslim. Sebuah amalan agung yang menempati peran krusial bagi keislaman hamba. Sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpamakan sholat bagaikan asas pada sebuah bangunan. Namun ada sebagian dari orang-orang yang menunaikan shalat yang belum memahami keistimewaan dari shalat itu sendiri. Mengapa umat Muslim harus shalat lima waktu dalam sehari? (Baca: Dalil Shalat Lima Waktu dalam Al-Qur’an dan Hadis)

Perintah yang diwajibkan oleh Allah tentu memiliki manfaat dan keistimewaan yang hebat. Selain menyehatkan, shalat juga bisa menjauhkan diri dari hal negatif. Seperti yang dijelaskan dalam QS al Ankabut ayat 45 berikut ini:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.

Ketika kita fokus kepada upaya mendirikan shalat dan menjaga waktu shalat, maka tidak akan ada waktu bagi kita untuk berfikir dan buat negatif. Karena jarak waktu antara shalat dzuhur ampai dengan shalat shubuh dapat dikatakan relatif tidak terlalu lama. Jika hal tersebut dilakukan, maka seseorang tidak akan memikirkan hal-hal yang negatif, tetapi akan mengutamakan waktu shalat. Dengan demikian kita akan memiliki pemikiran Sholat Orientation. Sehingga fokus kita tidak lagi pada urusan dunia yang tidak dianjurkan, melainkan kepada shalat.  Hal inilah yang mendasari pemikiran bahwa shalat dapat menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Lantas mengapa shalat yang diwajibkan itu lima? Keistimewaan apa yang sebenarnya telah Allah siapkan untuk hamba-Nya? Sejenak kita menelusuri hadis nan indah di abwah ini:

Baca Juga :  Empat Amalan Penggugur Dosa pada Bulan Ramadan

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu dia mandi lima kali setiap hari? Apakah kalian menganggap masih akan ada kotoran (daki) yang tersisa padanya?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan ada yang tersisa sedikitpun kotoran padanya.” Lalu beliau bersabda: “Seperti itu pula dengan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapus semua kesalahan.” (HR Bukhari)

Keistimewaan yang luar biasa tersebut disebutkan dalam kitab Fathul Bari milik Ibn Hajar al Asqalani. Dalam artian, shalat yang dilakukan lima kali dalam sehari tersebut didesain agar manusia terus bersih dan kembali kepada-Nya ketika tersangkut dalam beberapa kesalahan. Shalat yang hadir dalam waktu dzuhur bisa digunakan untuk memohon ampun atas setiap langkah yang salah mulai dari pagi hingga tergelincirnya matahari kea rah barat. Begitupun dengan shalat ashar hingga isya.

Jika dalam setiap waktu shalat kita bisa menggunakan waktu tersebut sebagai event berharga dalam meraih ampunan dan pintu rahmat Allah, maka bagaimana bisa salah dan dosa terus menumpuk dalam diri kita? Rasulullah telah membuat permisalan bak orang yang mandi lima kali dalam sehari, yang demikian tentu membuat orang tersebut bebas (bersih) dari berbagai kotoran. Begirupun dengan shalat  yang kita tegakkan lima kali dalam sehari, hal tersebut akan membawa kita pada jiwa yang senantiasa bersih nan suci.

1 KOMENTAR

  1. semakin menambah wawasan keislaman saya. terima kasih.
    mohon ijin sebagai tambahan referensi saya menyalinnya.
    dan tetap membubuhkan nama penulis dan waktunya, seadanya.
    untuk semua artikel Bincang Syari’ah.
    terima kasih banyak.
    Salam Hormat Saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here