Hikmah Perintah Membasuh Anggota Wudhu

1
1378

BincangSyariah.Com – Syariat Islam mewajibkan berwudhu sebelum melakukan salat, tawaf dan menyentuh al-Quran. Ketika berwudhu, ada beberapa anggota tubuh yang wajib diusap dan dibasuh, dan ada juga yang sunah.

Membasuh anggota tertentu dalam wudhu mengandung hikmah, baik hikmah hissi (fisik) maupun maknawi (abstrak). Penjelasan hikmah-hikmah tersebut telah banyak diuraikan Ali Ahmad al-jurjawi dalam Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh. (Baca: Tata Cara Wudhu Lengkap Beserta Doanya)

Menurut al-Jurjawi, hikmah hissiyyah (secara zahir) dalam membasuh anggota wudhu dan mengusapnya adalah sebagai berikut:

Membasuh Kedua Telapak Tangan

Kedua tangan adalah anggota tubuh yang paling sering digunakan dalam aktifitas sehari-hari, sering menyentuh benda-benda, banyak digunakan bekerja, juga kesibukan lain. Selayaknya tangan tersebut selalu dalam keadaan bersih dari segala macam kotoran dan bakteri yang bisa merugikan kesehatan.

Berkumur

Mulut dibersihkan dengan cara berkumur karena mulut menjadi tempat bagi uap yang naik dari lambung. Dari mulut terkadang juga keluar bau yang tidak sedap akibat makanan yang masuk ke sela-sela gigi. Selain itu dengan berkumur, akan diketahui kondisi air yang akan digunakan berwudhu, apakah telah berubah dari sifat aslinya atau tidak.

Istinsyaaq (Menghirup Air)

Istinsyaaq berfungsi untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel dalam hidung. Selain itu juga untuk mencium bau air apakah mengalami perubahan dari sifat aslinya atau tidak.

Membasuh Muka

Membasuh muka berguna untuk menghilangkan keringat dan debu agar wajah menjadi bersih, karena ketika bertemu dengan orang lain, yang pertama kali mereka lihat adalah wajah kita.

Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Tangan sampai siku merupakan anggota tubuh yang sering terbuka, sehingga rawan terkena kotoran, baik debu atau yang lain, sehingga perlu dibersihkan.

Mengusap Kepala

Kepala biasanya menjadi tempat keringat yang keluar dari pori-pori sehingga perlu diusap. Syariat tidak mewajibkan membasuh, karena akan mengakibatkan masyakah.

Mengusap Dua Telinga

Mengusap kedua telinga berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang terbawa oleh debu, kemudian menempel di telinga. Kotoran yang dihilangkan dengan mengusap telinga adalah kotoran yang ada di luar dan dalam daun telinga yang terlihat oleh orang lain.

Membasuh Kaki sampai Dua Mata kaki

Dua kaki adalah anggota tubuh yang biasa sibuk kesana-kemari sehingga sering terkena kotoran, bahkan terkadang muncul bau tidak sedap dari kaki ketika menggunakan sepatu. Karena demikian, kotoran dan bau tersebut perlu dihilangkan dengan cara membasuh kedua kaki.

Setelah semua anggota wudhu dibasuh dan diusap dengan air, maka tubuh akan terasa segar dan bersemangat, siap melaksanakan ibadah, menghadap Allah dalam keadaan bersih dan suci.

Sedangkan hikmah maknawiyahnya adalah:

Membasuh tangan berguna untuk membasuh dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan. Berkumur untuk menghilangkan dosa mulut, yaitu menggunjing, menfitnah, mencemarkan orang lain dan sebagainya. Mengusap telinga untuk menghapus dosa-dosa telinga, mendengarkan kata-kata tidak berguna dan kata-kata kotor.

Istinsyak juga demikian, karena hidung terkadang mencium bau yang tidak disukai. Kemudian membasuh wajah berguna untuk menghapus dosa-dosa mata yang telah melihat sesuatu yang haram atau melihat dengan cara yang haram.

Membasuh kedua kaki untuk menghilangkan dosa-dosa kaki, karena digunakan melangkah ke tempat-tempat yang diharamkan, seperti pergi ke tempat menggunjing dan tempat-tempat dosa lainnya.

Kemudian syariat hanya mewajibkan mengusap kepala, tidak membasuhnya, karena kepala tidak langsung melakukan dosa, tetapi hanya berdekatan dengan anggota tubuh yang melakukan dosa.

Hikmah maknawiyyah ini sebagaima hadis Rasulullah SAW, yang diriwayatkan an-Nasa’i:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فَتَمَضْمَضَ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ فِيهِ فَإِذَا اسْتَنْثَرَ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ أَنْفِهِ فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجْتِ الْخَطَايَا مِنْ وَجْهِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَشْفَارِ عَيْنَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ يَدَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ يَدَيْهِ فَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ رَأْسِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أُذُنَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ الْخَطَايَا مِنْ رِجْلَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ رِجْلَيْهِ ثُمَّ كَانَ مَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ وَصَلَاتُهُ نَافِلَةً لَهُ

“Dari Abdillah ash-Shunabihi, Rasulullah SAW bersabda: Ketika seorang hamba muslim melakukan wudhu kemudian berkumur, maka keluarlah dosa-dosanya dari mulut. Ketika mengeluarkan air dari hidung maka keluarlah dosa-dosanya dari hidung. Ketika membasuh wajah maka keluarlah dosa-dosanya dari wajah, sehingga dosa-dosa tersebut keluar dari bawah tepi dua kelopak mata. Ketika membasuh kedua tangan, maka keluarlah dosa-dosa dari kedua tangan, sehingga keluar dari dari bawah kuku-kuku kedua tangan. Ketika membasuh kepala maka keluarlah dosa-dosanya dari kepala bahkan sampai keluar dari kedua telinga. Ketika membasuh kedua kaki maka keluarlah dosa-dosa dari kedua kaki, bahkan sampai keluar dari bawah kuku-kuku kedua kaki. Kemudian berjalannya menuju masjid dan salatnya, bernilai ibadah tambahan baginya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here