Hewan Kurban Mati Sebelum Disembelih, Apakah Harus Diganti?

0
1860

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, hewan yang akan dijadikan kurban sudah dibeli sebelum hari Idul Adha. Hewan tersebut biasanya dipelihara terlebih dahulu beberarapa hari sebelum akhirnya disembelih pada hari Idul Adha. Namun terkadang sebagian hewan pada saat dipelihara mati sebelum disembelih. Apakah sohibul kurban harus mengganti hewan tersebut?

Menurut Imam Syafii, jika seseorang membeli hewan kurban, baik kurban wajib atau sunah, kemudian mati sebelum disembelih, maka dia tidak perlu mengganti hewan kurban tersebut. Dalam kitab Alumm, beliau mengatakan;

واذا اشترى الرجل الضحية فأوجبها او لم يوجبها فماتت او ضلت اوسرقت فلا بدل عليه

“Apabila seseorang membeli hewan kurban baik itu wajib atau bukan, kemudian mati, menghilang atau dicuri, maka dia tidak perlu mengganti.”

Hal ini sebagaimana fatwa Ibnu Abbas ketika didatangi orang yang kehilangan kambing yang sudah diniatkan untuk dijadikan kurban, kemudian Ibnu Abbas mengatakan bahwa hal tersebut tidak masalah sehingga tidak harus diganti.

Fatwa tersebut disebutkan oleh Imam Albaihaqi dalam kitabnya Sunan Albaihaqi dari Tamim bin Huwaish, dia berkata;

اشتريت شاة بمنى اضحية فضلت فسألت ابن عباس رضي الله عنهما فقال لايضرك

“Saya membeli hewan kambing di Mina untuk dijadikan kurban, lalu kambing tersebut hilang. Kemudian saya bertanya kepada Ibn ‘Abbas, maka dia menjawab; Hal tersebut tidak memudaratkanmu.”

Adapun menurut ulama Hanafiyah, jika hewan kurban yang mati tersebut milik orang mampu, maka dia wajib mengganti dengan hewan yang lain. Hal ini karena berkurban pada hari Idul Adha hukumnya wajib bagi orang yang mampu. Sehingga apabila hewan kurban tersebut mati sebelum disembelih, maka agar bisa melakukan kurban, dia wajib mengganti dengan hewan lain.

Baca Juga :  Apakah Orang yang Berhaji Tetap Dianjurkan Berkurban?

Dalam kitab Almufshshal fi Ahkamil Udhiyah disebutkan;

ويرى الحنفية بأن الموسر اذا اشترى اضحية فضلت او ماتت او سرقت انه يجب عليه بشاة اخرى

“Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa apabila orang yang berkecukupan harta membeli hewan kurban, lalu mati, hilang atau dicuri, maka dia wajib mengganti dengan binatang yang lain.”

Dengan demikian, jika hewan kurban mati sebelum disembelih, maka sebaiknya diganti apabila masih memiliki harta yang cukup. Namun jika tidak mampu, maka tidak harus memaksa untuk mengganti dengan hewan dan insya Allah akan mendapat pahala di sisi Allah dengan niat dan usaha yang sudah dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here