Haruskah Pelaksanaan Akad Nikah di Masjid?

0
2212

BincangSyariah.Com – Pernikahan merupakan ikatan suci di antara dua insan yang tidak hanya membutuhkan suatu persetujuan dalam hati, melainkan juga membutuhkan adanya persaksian yang tidak bersifat abstrak. Itulah perjanjian dalam suatu ikatan pernikahan yang dilakukan oleh mempelai pria atau yang mewakilinya, dengan wali dari pihak wanita calon pengantin atau yang mewakilinya yang disebut akad nikah.

Apakah akad nikah harus dilakukan di masjid? Pertanyaan tersebut sering kita dengar dari mereka yang acapkali menyaksikan saudara dan tetangga yang melaksanakan akad nikah di masjid. Sehingga mereka yang jauh dari masjid tetap berusaha agar akad nikahnya dilangsungkan di masjid, dengan harapan pernikahannya mendapatkan berkah dari Allah.

Akad nikah bisa dilaksanakan di rumah, taman, masjid ataupun sebuah lahan yang bisa digunakan untuk melangsungkan prosesi ijab qabul pernikahan tersebut. Memang terdapat hadis yang menganjurkan untuk melaksanakan akad nikah di masjid, namun status hadisnya adalah hadis daif. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dari Aisyah RA., Rasulullah bersabda,

اعلنوا هذا النكاح و اجعلوه في المساجد ، و اضربوا عليه بالدفوف

Umumkan pernikahan, adakan akad nikah di masjid dan meriahkan dengan memukul rebana

Hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan beliau sendiri yang melemahkannya. Begitu juga Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Syaikh Al-Albani dan selainnya. Alhasil hadis tersebut tidak bisa dipakai secara mutlak. Namun demikian, bukan berarti melaksanakan akad di masjid tidak diperbolehkan. Pada dasarnya boleh-boleh saja, sama hukumnya dengan melaksanakan akad nikah di rumah, taman atau yang lain. Dalam artian syariat tidak memberikan batasan baik wajib maupun sunah berkaitan dengan tempat pelaksanaan akad nikah tersebut.

Yang terpenting dari sebuah akad nikah adalah pernyataan kalimat sepakat dari pihak calon suami dan calon istri untuk mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan, bukan dimana akad nikah berlangsung. Sebagaimana sabda Nabi saw.,

Baca Juga :  Ghibah Saat Berpuasa

اتقو الله في النساء فإنكم أخذتموهن بأمنة الله واستحللتم فروجهن بكلمة الله

Takutlah kepada Allah dalam urusan perempuan, sesungguhnya kalian mengambil (menikahi) mereka dengan kepercayaan Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah

Yang dimaksud dengan kalimat Allah dalam hadis ialah Alquran, dan dalam Alquran tidak disebutkan selain dua kalimat: nikah dan tazwij. Maka, dalam akad nikah yang terpenting adalah eksistensi dan makna dari lafal nikah, tazwij atau terjemahan dari keduanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here