Haruskah Imam Mengeraskan Basmalah Saat Salat Berjamaah?

0
2072

BincangSyariah.Com – Membaca surah Alfatihah merupakan salah satu rukun salat yang tidak boleh ditinggal. Namun yang terjadi di kalangan masyarakat, terkadang dalam pelaksanaan salat berjamaah, ada imam yang mengeraskan basmalah ketika membaca surah Alfatihah.

Ada pula yang tidak mengeraskan bacaan basmalah, sehingga yang terdengar oleh makmum, imam langsung membaca alhamdulillahi rabbil alamin. Bahkan ada yang tidak membaca basmalah sama sekali.

Lalu, bagaimana sebenarnya kedudukan bacaan basmalah dalam surah Alfatihah, dan apakah boleh tidak mengeraskan bacaan basmalah ketika menjadi imam jamaah salat maghrib, isya dan subuh?

Syekh Wahbah Al Zuhaili di dalam kitab Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu menerangkan pandangan ulama-ulama madzhab tentang bacaan basmalah.

Menurut ulama Hanafiyah mengatakan bahwa basmalah itu bukan bagian dari surah Alfatihah dan surah-surah lainnya, kecuali di dalam pertengahan surah An Naml (ayat 30). Dasar yang mereka gunakan adalah hadis Anas bin Malik yang pernah mengatakan:

«صليت مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان رضي ا لله عنهم، فلم أسمع أحداً منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم»

Aku pernah salat bersama Rasulullah saw., Abu Bakar, Umar dan Usman radiyallahu anhum, aku tidak mendengar salah satu dari mereka membaca bismillahirrahmanirrahim. (HR. Muslim).

Oleh karena itu, bagi orang yang salat sendirian, maka ia membaca bacaan bismillah di dalam alfatihah setiap rakaatnya dengan lirih sebagaimana ia melirihkan bacaan amin. Adapun imam, maka ia tidak usah membaca basmalah, dan tidak perlu melirihkan.

Sedangkan menurut ulama Syafiiyyah mengatakan bahwa basmalah itu bagian dari Alfatihah. Sebagaimana riwayat imam Albukhari di dalam kitab tarikhnya bahwa Nabi saw. menghitung surah Alfatihah tujuh ayat, dan menghitung bismillah sebagai bagian dari ayat Alfatihah.

Baca Juga :  Ucapan Selamat untuk Pengantin dalam Islam

Imam Ad Daruquthni pun meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda:

«إذا قرأتم الحمد لله ، فاقرؤوا بسم الله الرحمن الرحيم، إنها أم القرآن، وأم الكتاب، والسبع المثاني، وبسم الله الرحمن الرحيم إحدى آياتها»

“Jika kalian membaca Alhamdulillah, maka bacalah bismillahirrahmanirrahim, sesungguhnya itu adalah Ummul Quran, Ummul Kitab dan As Sab’ul Matsani. Bismillahirrahmanirrahim adalah salah satu ayatnya.”

Sahabat pun menetapkan basmalah sebagai ayat Alquran ketika mereka mengumpulkan Alquran. Maka hal ini menunjukkan bahwa basmalah adalah bagian dari surah Alfatihah. Dan basmalah dibaca keras di dalam salat yang disunnahkan mengeraskan suara (maghrib, isya dan subuh).

Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. mengeraskan basmalahnya, karena ia adalah bagian dari surah di dalam Alquran.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ صَلاَتَهُ بِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.

Dari Ibnu Abbas ia berkata: Nabi Saw. selalu membuka salatnya dengan bismillahirrahmanirrahim. (HR. Al Tirmidzi).

Maka di dalam madzhab Syafii basmalah disunnahkan dibaca dengan keras sebagaimana keseluruhan surah Alfatihah.

Menurut ulama Malikiyyah mengatakan bahwa basmalah adalah bukan bagian dari surah Alfatihah. Maka tidak perlu membacanya di dalam salat fardu yang disunnahkan untuk mengeraskan suara (maghrib, isya dan subuh) atau yang disunnahkan untuk melirihkan suara (dhuhur dan asar). Baik ketika akan membaca surah Alfatihah atau surah yang lain.

Sedangkan menurut ulama Hanabilah mengatakan bahwa basmalah termasuk ayat dari surah Al Fatihah, maka wajib untuk dibaca di dalam salat. Tetapi dibacanya dengan lirih dan tidak dengan keras.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama madzhab akan status basmalah di dalam surah Alfatihah. Ada yang menganggap ia bagian dari surah Al Fatihah dan ada yang berpendapat tidak.

Baca Juga :  Imam Lupa Niat Imaman Lillahi Ta‘ala, Apakah Mendapatkan Keutamaan Shalat Berjemaah?

Sehingga konsekuensinya pada perlu tidaknya membacanya ketika di dalam salat. Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyyah mengatakan bahwa basmalah bukan bagian dari surah Alfatihah, maka tidak perlu dibaca ketika di dalam salat. Sehingga bagi imam salat yang mengikuti pendapat mereka, maka ketika membaca surah Alfatihah langsung membaca Alhamdulillahirabbil Alamin.

Sementara menurut ulama Syafiyyah dan Hanabilah mengatakan bahwa basmalah adalah bagian dari surah Alfatihah, maka harus dibaca ketika di dalam salat. Hanya saja menurut Syafiyyah, ketika salat itu disunnahkan untuk mengeraskan bacaan Alfatihah dan surah, maka bacaan basmalah pun disunnahkan untuk dibaca keras.

Sedangkan menurut ulama Hanabilah, meskipun basmalah itu bagian dari Alfatihah, tetapi dibacanya dengan suara lirih. Tidak perlu dikeraskan baik di dalam salat yang disunnahkan untuk dibaca keras atau lirih.

Dengan demikian, maka tidak perlu heran jika di dalam suatu jamaah, ada imam yang mengeraskan bacaan basmalahnya, ada yang melirihkan bahkan ada yang tidak membacanya sama sekali. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here