Haramkah Menggunakan Alquran Warna-warni?

0
682

BincangSyariah.Com – Membaca Alquran adalah salah satu amal saleh yang pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan dari setiap hurufnya. Selain itu Alquran juga bisa solusi untuk kegalauan hidup yang tiada ujungnya. Bahkan salah satu cara untuk mencapai kelapangan hidup adalah dengan membaca Alquran. Jika besi bisa berkarat, maka begitu pula dengan hati manusia. Hati yang berkarat akan kembali bersih dengan memperbanyak membaca Alquran. Sabda Nabi,

إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ  كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَا جَلَاؤُهَا؟ قَالَ: كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ وَتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya hati itu bisa korosi sebagaimana besi ketika bertemu dengan air. Kemudian ada yang bertanya kepada Baginda Nabi, ‘Ya Rasulallah, lalu apa yang dapat menghilangkan korosi tersebut?’ Rasul menjawab, ‘Banyak mengingat kematian dan membaca Alquran”

Membaca Alquran bisa dilakukan dengan membawa mushaf Alquran dari cetakan manapun. Atau juga bisa langsung dari genggaman handphone. Seiring majunya teknologi, cetakan Alquran pun makin banyak versi. Ada yang putih polos layaknya Alquran Utsmany atau Alquran cetakan Kudus. Lantas jika menemui Alquran dengan cetakan warna-warni, haramkah untuk membacanya? Bahkan terdengar bahwa Alquran yang demikian full colour tidak sesuai dengan syariat Islam. Benarkah begitu?

Dalam At Tibyan fi Adabi Hamlatil Qur’an, Imam An Nawawi memaparkan sebuah penjelasan sebagai berikut,

اتفق العلماء على استحباب كتابة المصاحف وتحسين كتابها وتبيينها وإيضاحها وتحقيق الخط دون مشقة وتعليقه قال العلماء ويستحب نقط المصحف وشكله فإنه صيانة من اللحن فيه وتصحيفه

Para ulama sepakat atas hukum kesunnahan menulis mushaf, memperindah, dan memperjelas tulisannya, membenarkan tulisan dan memberi keterangan pada mushaf. Ulama lain berkata, disunnahkan memberi titik dan harakat pada mushaf karena hal tersebut dapat menjaga dari kekeliruan dan kesalahan dalam membacanya

Keterangan tersebut menjelaskan bahwa pemberian keterangan dan titik dalam Alquran adalah sunnah, yang bertujuan agar jauh dari kata keliru dan salah dalam membacanya. Begitu pula dengan fenomena Alquran yang sengaja dicetak dengan warna-warni, yang bertujuan untuk memberikan keterangan hukum dalam membacanya. Tidak semua orang menguasai ilmu tajwid dengan baik. Dan orang yang belum menguasai ilmu tajwid tersebut sangat terbantu dengan adanya keterangan Alquran yang dicetak dengan warna warni tersebut. Misalnya kalimat dalam sebuah ayat Alquran yang dicetak dengan warna biru menunjukkan idzhar wajib, hingga membacanya harus jelas dan tidak boleh mendengung.

Baca Juga :  Firman Allah agar Menang Tidak Terlalu Berbangga, Kalah tidak Bersedih

Dengan demikian Alquran yang dicetak dengan warna-warni tersebut tidak haram adanya. Tujuannya bukan hanya sekedar desain yang memperindah, namun juga bertujuan agar tidak salah dalam membacanya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here