Enam Hal yang Dimakruhkan saat I’tikaf

5
664

BincangSyariah.Com – Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu menjelaskan bahwa agar i’tikaf benar-benar menjadi wasilah yang mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya, maka seseorang yang sedang i’tikaf makruh melakukan hal-hal berikut ini;

Pertama, makruh berjualan dalam masjid karena masjid adalah tempat beribadah tidak selayaknya orang yang i’tikaf menjadikannya tempat jual-beli, jika aktifitas jual beli sampai mengganggu i’tikaf maka hukumnya haram. Seharusnya orang i’tikaf mendekatkan diri kepada Allah selama i’tikaf bukan menyibukkan diri dengan dunia.

Mazhab Syafi’iyah juga menambahkan, tidak hanya jual beli, makruh pula menjual jasa seperti kerajinan dan bekam. Jika berlebihan dan mengganggu kenyamanan beribadah dalam masjid bisa menjadi haram.

Kedua, makruh hanya berdiam diri saat i’tikaf karena itu seperti ibadah puasanya ahli kitab.

Ketiga, makruh makan dalam masjid dan halamannya. Orang i’tikaf hendaknya makan secukupnya saja.

Keempat, makruh keluar masjid jika hendak membeli makan hendaknya ke tempat yang paling dekat jika tidak maka berarti ia menyudahi i’tikafnya.

Kelima, makruh menyibukkan diri dengan kegiatan belajar atau mengajar saat i’tikaf. Atau menulis sesuatu walaupun hanya selembar. Karena maksud i’tikaf adalah melatih jiwa (riyadhah nafsi) dan menjernihkan hati (Shafa’ul qalb) dengan jalan mendekatkan diri dengan memperbanyak shalat dan zikir.

Keenam, makruh menyibukkan dengan sesuatu selain zikir, membaca Alquran seperti bersenda gurau dan lainnya.

Wallahu’alam

Baca Juga :  Hukum Membatalkan Puasa Qada di Siang Hari

5 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika kita berada di dalam masjid, kadang kita lupa untuk melakukan niat i’tikaf dan baru ingat ketika kita sedang melaksanakan shalat. Karena khawatir lupa lagi, maka kita melakukan niat i’tikaf ketika sedang melaksanakan shalat. Lantas, bagaimana hukum melakukan niat i’tikaf ketika sedang melakasanakan shalat, apakah boleh? (Enam Hal yang Dimakruhkan Saat I’tikaf) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Satu ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya itu dapat menjadikannya memperoleh keutamaan yang sangat banyak apabila disertai dengan banyaknya niat baik. Berbeda halnya apabila disertai dengan niat riya, karena ia menyandarkan perbuatannya kepada dirinya sendiri, bukan kepada Allah Swt. Maka perilaku yang sejatinya merupakan ketaatan dapat berubah menjadi kemaksiatan. Terkait memperbanyak niat baik, melalui kitab Ihya Ulumiddin, Imam Abu Hamid Al-Ghazali memberikan tips 8 niat i’tikaf di masjid agar lebih sempurna. (Baca: Enam Hal yang Dimakruhkan saat I’tikaf) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here