Hakikat Takbir Hari Raya Idulfitri

0
917

BincangSyariah.Com – Sejak terbenam matahari di malam terahir Ramadan hingga salat Idulfitri dilaksanakan, umat muslim dianjurkan memperbanyak bacaan takbir. Takbir sendiri berasal dari kata kabbara, yukabbiru, takbiiran yang artinya mengagungkan.

Mengagungkan Allah setelah genap menjalankan puasa Ramadan, merupakan bentuk syukur seorang hamba kepada Rabb-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 185 berikut ini

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya; Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) nya dan hendaklah kamu bertakbir atau mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Albaqarah 185)

Menurut Muhammad Thahir bin Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir mengatakan, rasa syukur tersebut lahir karena telah diberi kesempatan oleh Allah SWT. untuk merasakan keagungan bulan Ramadan yang telah melunturkan dosa-dosanya sehingga ia bisa meraih kemenangan di Hari Idulfitri. Sebagaimana penamaannya Idulfitri, kembali suci, hari dimana umat muslim kembali suci dari dosa. Karena itulah umat islam dianjurkan memperbanyak takbir dimulai sejak malam Idulfitri.

Adapun lafal takbir, Imam Nawawi dalam al-Azkar menuliskan, paling sedikit lafal takbir adalah

الله أكبر، ألله أكبر، الله أكبر، لآ إله إلا الله الله أكبر

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaaha Illa Allahu, Allahu akbar

Artinya: Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

Namun Imam Syafi’i menganjurkan untuk melengkapkan bacaan takbirnya seperti berikut

 الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لاإله إلا الله، ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون، لآ إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده، لآ إله إلا الله  والله أكبر

Baca Juga :  Bolehkah Membaca Al-Quran Sambil Selonjor?

Allahu akbar kabiran, wal hamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashilan, laa ilaaha illa Allahu, wa laa na’budu illa iyyahu mukhlishina lahu ad-dina wa lau kariha al-kafirun, laa ilaaha illa Allahu wahdahu, shadawa wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazama al-ahzaabu wahdahu, laa ilaaha illa Allahu wallahu akbaru

Artinya; Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Maha suci Allah pada pagi dan petang, tidak ada tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada tuhan melainkan hanya Allah satu-satunya , yang maha benar janji-Nya, dan dia menolong hamba-Nya, dan dia mengusir musuh nabi-Nya dengan sendirinya, tidak ada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here