Hadis-hadis Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban

1
5

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Mardhatur Rahman fi A’mal wa Awrad Lailatin Nishfi Min Sya’ban, Syaikh Ibrahim Yahya Al-Darsi menyebutkan beberapa hadis keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Terdapat lima hadis keutamaan malam Nishfu Sya’ban.

Pertama, hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Sayidah Aisyah, bahwa Rasulullah pernah bertanya kepadanya;

ﻫﻞ ﺗﺪﺭﻳﻦ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﻠﻴﻠﺔ؟  ﻗﺎﻟﺖ: ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ ﻓﻘﺎﻝ: ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﺘﺐ ﻛﻞ ﻣﻮﻟﻮﺩ ﻣﻦ ﺑﻨﻲ ﺁﺩﻡ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺴﻨﺔ، ﻭﻓﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﺘﺐ ﻛﻞ ﻫﺎﻟﻚ ﻣﻦ ﺑﻨﻲ ﺁﺩﻡ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺴﻨﺔ، ﻭﻓﻴﻬﺎ ﺗﺮﻓﻊ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ، ﻭﻓﻴﻬﺎ ﺗﻨﺰﻝ ﺃﺭﺯاﻗﻬﻢ

Tahukah kamu, Aisyah, ini malam apa? Aisyah berkata; Ada apa dengan malam ini, wahai Rasulullah? Nabi bersabda; Di malam ini (Nishfu Sya’ban) semua anak yang lahir dicatat. Di malam ini juga dicatat setiap orang yang akan meninggal di tahun tersebut. Di malam tersebut amal mereka dilaporkan dan rezeki mereka diturunkan.

Kedua, hadis riwayat Imam Al-Dailami dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda;

اربع لياليهن كايامهن وايامهن كلياليهن يجزل الله فيها القسم ويعطي فيها الجزيل: ليلة القدر وصباحها، وليلة عرفة وصباحها، وليلة النصف من شعبان وصباحها وليلة الجمعة وصباحها

Ada empat hari, malamnya seperti siangnya, dan siangnya seperti malamnya, pada hari itu Allah menentukan bagian dan Allah memberikan balasan yang melimpah; Yaitu malam Lailatul Qadar dan waktu paginya, malam ‘Arafah dan waktu paginya, malam Nishfu Sya’ban dan waktu paginya, dan malam Jum’at dan waktu paginya.

Ketiga, hadis riwayat Imam Ahmad dari Sayidah Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

أتاني جبريل عليه السلام فقال هذه ليلة النصف من شعبان , ولله فيها عتقاء من نار بعدد شعور غنم بني كلب لا ينظر الله فيها إلى مشرك ولا إلى مشاحن ولا إلى قاطع رحم ولا إلى مسبل ولا إلى عاق لوالديه ولا إلى مدمن خمر

Malaikat Jibril mendatangiku dan berkata; Ini adalah malam Nishfu (pertengahan) Sya’ban, pada malam ini Allah membebaskan dari neraka (manusia) sejumlah bulu kambing suku Kalb. Pada malam ini pula Allah tidak mau melihat kepada orang msyrik, orang yang bermusuhan (dengan sesama muslim), orang yang memutuskan tali kekerabatan, orang yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki (karena sombong), orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan pecandu minuman keras.

Keempat, hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Usman bin Abi al-‘Ash, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إَذا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ نَادَى مُنَادٍ: هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرُ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيْهِ؟ فَلاَ يَسْأَلُ أَحَدٌ شَيْئًا إِلَّا أُعْطِيْ إِلَّا زَانِيَةً بِفَرْجِهَا أَوْ مُشْرِكًا

Apabila datang malam Nishfu Sya’ban, ada pemanggil (Allah) berseru; Apakah ada orang yang memohon ampun dan Aku akan mengampuninya? Apakah ada yang meminta dan Aku akan memberinya? Tidak ada seseorang pun yang meminta sesuatu kecuali Aku akan memberinya, kecuali wanita pezina atau orang musyrik.

Kelima, hadis riwayat Imam Al-Thabrani, bahwa Nabi Saw bersabda;

من أحيا ليلة العيدين، وليلة النصف من شعبان لم يمت قلبه في يوم تموت القلوب

Barangsiapa menghidupkan malam dua ‘id dan malam Nishfu Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati-hati lainnya sudah mati.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here