Ganjaran untuk Mereka yang Berpuasa

0
841

BincangSyariah.Com – Beribadah kepada Allah Swt. merupakan suatu kewajiban dan tugas utama bagi setiap umat muslim. Tetapi tidak semua umat muslim menyadarinya. Sehingga mereka butuh pemantik, iming-iming, atau ganjaran untuk membakar semangat dalam menjalankan ibadahnya kepada Allah Swt.

Berikut adalah sebagian ganjaran-ganjaran yang telah disediakan oleh Allah Swt. untuk hamba-hamba-Nya, sebagimana disampaikan oleh Nabi Saw. di dalam hadis-hadisnya:

Pertama, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dari Abu Hurairah ra. Nabi Saw. bersabda

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

 “Siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu baginya. (HR. Al Bukhari, Muslim, al Tirmidzi, an Nasa’i Ahmad dan Ibn Majah).

Kedua, berhak memasuki pintu Arrayan, pintu surga yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang ahli berpuasa. Dari Sahl dari Nabi saw. bersabda:

إن في الجنة بابا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فاذا دخلوا أغلق، فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu, disebutkan untuknya: Arrayan, orang-orang yang puasalah (yang berhak) masuk di hari kiamat tidak ada satu pun selain mereka yang berhak memasukinya, dikatakan di mana orang-orang yang berpuasa?

Maka mereka berdiri, tidak ada satu pun dari selain mereka yang berhak masuk, maka ketika mereka telah memasukinya pintu pun ditutup dan seorang pun tidak ada yang berhak masuk lagi.” (HR. Al Bukhari.)

Ketiga, mendapat ganjaran khusus dari Allah Swt. Abu Hurairah ra. pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

قال الله عز وجل: كل عمل ابن ادم له إلا الصيام. هو لي وأنا أجزي به. فوالذي نفس محمد بيده! لخلفة فم الصائم أطيب عند الله، من ريح المسك.

“Allah Azza wa jalla berfirman: “Semua amal manusia itu adalah kembali pada dirinya kecuali puasa. Akulah yang membalasnya, Maka demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah, dari pada wangi minyak kasturi.” (HR. Muslim).

Keempat, aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada aroma parfum kasturi. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

الصوم جنّة، فلا يرفث ولايجهل، وان امرؤ قاتله أو شاتمه، فليقل: إنّي صائم/ مرتين. والذي نفسي بيده، لخلوف فم الصائم أطيب عند الله تعالى من ريح المسك، يترك طعامه وشرابه وشهوته من أجلي، الصيام لي وانا أجزي به، والحسنة بعشر أمثالها.

“Puasa adalah benteng. Maka hendaknya tidak berkata kotor dan bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, maka hendaknya ia katakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sebanyak dua kali.

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau aroma mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah Swt. daripada aroma parfum kasturi, ia meninggalkan makanan dan minuman serta syahwatnya karena aku, puasa itu adalah milikku dan akulah yang akan membalasnya. Sedangkan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisalnya (HR. Al Bukhari).

Para ulama berbeda pendapat dalam mengartikan hadis tersebut. Ada yang mengartikan dengan makna hakiki, yakni orang yang berpuasa memang mulutnya lebih wangi daripada minyak kasturi tetapi nanti ketika di akhirat.

Ada yang mengartikan bahwa bau aroma mulut orang yang berpuasa lebih banyak pahalanya daripada parfum kasturi yang dianjurkan untuk digunakan pada setiap shalat Jumat, hari-hari raya, di majelis-majelis hadis, majelis-majelis zikir, dan perkumpulan-perkumpulan yang baik lainnya.

Sedangkan imam Nawawi lebih mengartikan bahwa makna aroma wangi tersebut merupakan tanda penerimaan dan keridhaan Allah Swt terhadap puasa yang telah dijalani oleh orang yang berpuasa.

Kelima, akan bertemu dengan Allah Swt. dengan wajah gembira karena puasanya. Dari Abu Hurairah dan Abi Sa’id radhiyallahuanhuma. Mereka berkata, Rasulullah saw. bersabda:

إنّ الله عزّ وجلّ يقول: إنّ الصوم لي وأنا أجزي به. إنّ للصيام فرحتين. إذا أفطر فرح وإذا لقي الله فرح. والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك.

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman: sungguh puasa adalah milikku, dan akulah yang akan membalasnya. Sesunggunya orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. (pertama) ketika ia berbuka maka ia bahagia, dan (kedua) ketika ia bertemu Allah (karena puasanya) maka ia pun bahagia. Dan demi dzat yang jiwa Muhammad berada di bawah kuasa-Nya, sungguh aroma bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari pada aroma parfum kasturi.” (H.R. Muslim.).

Demikianlah sebagian ganjaran-ganjaran yang telah disediakan untuk mereka yang berpuasa. Namun, hendaknya kita pasrahkan ganjaran itu hanya kepada Allah Swt. karena pada dasarnya ganjaran itu hanyalah bonus, sedangkan poin penting yang harus kita jalani adalah beribadah semaksimal mungkin karena Allah Swt. setelah itu kita pasrahkan kepada Nya.

Wallahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here