Enam Orang Ini Wajib Qadha Meski Tetap Puasa di Bulan Ramadhan

0
617

BincangSyariah.Com – Orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena ada uzur, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan, maka dia wajib mengqadhanya setelah bulan Ramadhan. Namun demikian, ada enam orang yang tetap wajib puasa di bulan Ramadhan, tidak boleh makan, minum dan lainnya, dan  dia setelah bulan Ramadhan wajib mengqadhanya.

Pertama, orang yang sengaja membatalkan puasanya di bulan Ramadhan tanpa ada uzur yang dibenarkan oleh syariat. Maka dia tetap wajib melanjutkan puasanya, tidak boleh makan, minum dan lainnya, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Kedua, orang yang tidak melakukan niat puasa di malam hari bulan Ramadhan. Maka dia di waktu siang hari wajib imsak atau tidak boleh makan, minum, dan lainnya, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Ketiga, orang yang bersahur dengan dugaan masih ada waktu sahur, namun ternyata waktu sahur telah habis. Maka di waktu siang dia wajib imsak, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Keempat, orang yang berbuka puasa karena menduga waktu maghrib telah tiba, namun ternyata hal itu keliru, waktu belum maghrib belum. Maka dia wajib imsak, tidak boleh makan, minum dan lainnya, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Kelima, orang yang menduga masih tanggal 30 Sya’ban, namun hal itu keliru karena hari itu sudah masuk tanggal 1 Ramadhan. Maka pada hari itu dia wajib imsak, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Keenam, orang yang terlanjur menelan air karena berkumur atau istisnyaq atau memasukkan air ke hidung. Maka dia wajib imsak, dan setelah Ramadhan dia wajib mengqadhanya.

Penjelasan di atas sebagaimana disebutkan dalam kitab Safinatun Najah berikut;

ويجب مع القضاء الإمساك للصوم في ستة مواضع: الأول في رمضان لافي غيره على متعد بفطره، والثاني على تارك النية ليلا في الفرض، والثالث على من تسحر ظانا بقاء الليل فبان خلافة أيضا، والرابع على من افطر ظانا الغروب فبان خلافه ايضا، والخامس على من بان له يوم ثلاثين من شعبان أنه من رمضان،  والسادس على من سبقه ماء المبالغة من مضمضة واستنشاق

Baca Juga :  Panduan Bersuci Saat Mendaki Gunung

Wajib imsak serta qadha dalam enam tempat ini; pertama di bulan Ramadhan, bukan di luar bulan Ramadhan, bagi orang yang sengaja membatalkannya. Kedua, bagi orang yang meninggalkan niat di waktu malam dalam puasa wajib. Ketiga, bagi orang yang sahur dengan dugaan masih ada waktu malam (waktu sahur), namun nyatanya berbeda. Keempat, bagi orang yang berbuka karena menduga matahari sudah terbenam, namun nyatanya berbeda. Kelima, bagi orang yang nyata pada tanggal 30 Sya’ban telah masuk Ramadhan. Keenam, bagi orang terlanjur menelan air dari berkumur dan istinsyaq.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here