Enam Kondisi Ini Diwajibkan Mandi Besar

2
8006

BincangSyariah.Com – Hadast dibagi dua; hadast kecil dan hadast besar. Hadast kecil dapat hilang dengan wudhu, sedangkan hadast besar dapat hilang dengan mandi wajib atau besar. Ketika hendak melaksanakan shalat, dan sebagian ibadah yang lain, maka harus bersih dari dua hadast ini.

Dalam hukum fiqih, hukum mandi adakalanya mubah, makruh, sunah dan wajib. Menjadi mubah jika dilakukan tanpa motif terkait anjuran agama, seperti mandi untuk menyegarkan badan atau lainnya. Hukumnya makruh ketika dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa dengan cara menyelam, sebab dikhawatirkan ada air yang masuk ke rongga tubuh. Mandi disunahkan apabila ada anjuran dari agama, seperti mandi untuk shalat Jumat dan mandi di hari raya. Terakhir ada mandi wajib atau kita kenal dengan istilah mandi besar.

Ada enam hal yang menyebabkan mandi wajib. Tiga dari enam hal tersebut dialami oleh laki-laki dan perempuan, sedangkan tiga hal berikutnya hanya dialami oleh perempuan saja. Adapun enam hal tersebut sebagai berikut:

Pertama; bersetubuh. Secara tekni verarti terjadi peristiwa masuknya hasyafah (kepala penis) ke dalam farji (lubang kemaluan) meskipun memakai kondom ataupun tidak keluar sperma.

Kedua; keluar mani atau sperma. Keluar sperma mewajibkan mandi, baik dari laki-laki maupun perempuan, dalam kondisi dan bentuk apa pun. Ada beberapa kondisi dan bentuk sperma yang keluar, di antaranya; 1) Sperma yang keluar sedikit dan berwarna merah seperti darah, 2) Sperma yang keluar karena bersetubuh, 3) Sperma yang keluar baik dalam keadaan tidur ataupun sadar, serta keluarnya disertai nikmat ataupun tidak.

Ketiga; meninggal dunia. Setiap orang yang meninggal dunia wajib untuk dimandikan, kecuali; 1) Orang yang meninggal dalam keadaan syahid, haram untuk dimandikan, karena darahnya merupakan saksi akan syahidnya, 2) Orang non-muslim, 3) Bayi prematur yang meninggal apabila terlahir kurang dari 6 bulan , tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan dan belum berbentuk manusia, maka tidak wajib dimandikan.

Keempat; terhenti keluarnya darah haidh. Haidh atau menstruasi adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam keadaan normal, minimal sehari semalam (24 jam) dan maksimal lima belas hari. Sedang umumnya haidh keluar selama tujuh atau delapan hari. Ketika darah haidh sudah terhenti, maka wajib bagi wanita mandi besar.

Kelima;  terhenti keluarnya darah nifas. Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan. Minimal nifas adalah waktu sebentar, sedang maksimal adaah 60 hari. Umumnya nifas berlangsung selama 40 hari. Sebagaimana haidh, wanita yang mengalami nifas juga wajib mandi setelah darahnya berhenti.

Keenam;melahirkan. Melahirkan normal termasuk hal yang mewajibkan mandi meskipun yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging. Sedang bila proses persalinan melalui bedah cesar, maka ada perbedaan pendapat di antara ulama.  Ada yang berpendapat tetap wajib mandi dan ada yang mengatakan tidak.

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here