Enam Adab Makan Sesuai Sunah Rasul

1
7086

BincangSyariah.Com – Islam adalah agama sempurna yang Allah risalahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Islam mengajarkan setiap perkara dalam kehidupan manusia dari mulai perkara yang kecil hingga perkara besar, termasuk di dalamnya perkara makan. Islam mengatur atau mengajarkan umatnya dalam perkara makan agar umatnya mendapatkan keselamatan dan kenikmatan ketika makan.

Dalam hadis Rasulullah Muhammad Saw. telah banyak dijelaskan bagaiamana adab atau etika ketika makan. Namun, di era zaman ini banyak sekali umat Islam yang melupakan atau meninggalkan sunah-sunah makan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dari Amr bin ‘Auf – semoga Allah Ta’ala meridainya –, Nabi Muhammad Saw. bersabda ;

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Artinya : Siapa orang yang menghidupkan sunahku, kemudian dikerjakan oleh umat manusia, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang-orang yang mengerjakannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Riwayat Imam Ibnu Majah (No. 209)

Imam Abu Hamid bin Muhammad Al Ghazalli (w. 505 H) telah menghimpun berbagai sunah-sunah Nabi Muhammad Saw. ketika Beliau Saw. makan, yang saat ini sebagian kesunahan tersebut telah ditinggalkan oleh umat Islam. Berikut kesunahan Nabi Muhammad ketika makan yang dilupakan umatnya Saw.

Pertama. Meniatkan makan guna memperoleh kekuataan dan kemampuan untuk taat dan beribadah kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Saw. bahwa setiap amalan tergantung pada apa yang diniatkannya.

Kedua. Berwudhu sebelum dan sesudah makan. Nabi Muhammad Saw. bersabda “Berwudhu sebelum makan akan menghilangkan kemiskinan, dan berwudhu sesudahnya akan menghilangakan gangguan setan.”

Ketiga. Makan di atas tikar. Makan di atas tikar lebih mendekatkan pada kerendahan hati. Nabi Muhammad Saw. bersabda “Aku (ketika) makan tidak dalam keadaan bersandar, Aku (Nabi Muhammad Saw.) adalah seorang hamba, maka aku minum layaknya seorang hamba dan makan layaknya seorang hamba.” Bukan berarti makan di atas meja dilarang oleh syari’at, hanya saja makan di atas tikar lebih menjauhkan seorang hamba dari sifat sombong.

Baca Juga :  Hukum Makan dan Minum dalam Kondisi Junub

Keempat. Memperindah cara duduk ketika makan. Nabi Muhammad Saw. ketika makan posisi duduk Beliau Saw. ialah duduk di atas punggung kedua kakinya dan terkadang Beliau Saw. menegakkan kakinya sebelah kanan. Ketika Beliau Saw. hendak mengambil makanan Beliau berlutut.

Kelima. Makanlah ketika terasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Kekenyangan dapat menyebabkan tubuh terasa berat dan rasa malas pun muncul. Dijelaskan pula oleh Imam Ghazalli bahwa terbiasa terlalu kenyang dapat menyebabkan hati menjadi keras. Disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw. bahwa “Paling jauhnya sesuatu dari (Rahmat) Allah ialah hati yang keras.”

Enam. Makan bersama-sama atau berjama’ah. Nabi Muhammad Saw. seumur hidupnya tidak pernah makan sendirian, Beliau Saw. pasti selalu mencari Sahabat Beliau –semoga Allah meridai semuanya. Makanan itu menjadi berkah jika banyak orang yang menyantapnya. Ja’far Shaddiq bin Muhammad –semoga Allah meridai keduanya– berkata “Apabila kalian sedang duduk bersama saudara-saudara kalian untuk makan, maka berlama-lamalah dalam duduk tersebut, karena sesungguhya waktu kalian tidak akan dipertanyakan bagi kalian dari umur-umur kalian.”

Berkata Abdurrahman bin Sakhr (w. 59 H) –semoga Allah meridainya– bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda “Siapa orang yang berpegang teguh dengan sunahku (Nabi Muhammad Saw.) ketika umatku dalam kerusakan, maka baginya pahala seratus orang syahid.” Riwayat Imam Baihaqi (w. 457 H). Hadis ini sebagai penyemangat untuk umat ini terus menghidupkan ajaran dan sunah-sunah Beliau Saw. yang banyak sekali tinggalkan oleh Umat Islam.

Menghidupkan seluruh sunah Rasulullah Muhammad Saw. adalah cita-cita setiap pecinta Nabi Muhammad Saw. walaupun dengan berbagai keterbatasan dan kelemahannya. Dengan sunah Nabi Muhammad Saw. seorang manusia dapat menggapai keselamatan dan kenikmatan hidup yang hakiki.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here