Empat Syarat Agar Shalat Diterima oleh Allah

0
4859

BincangSyariah.Com – Agar shalat yang kita lakukan diterima oleh Allah dan mendapat pahala dari-Nya, selain harus memenuhi syarat-syarat sah shalat dan juga semua rukun-rukunnya, juga harus memenuhi syarat-syarat diterimanya shalat. Tanpa memenuhi syarat-syarat diterimanya shalat, maka kita tidak mendapatkan pahala dari shalat yang kita kerjakan.

Dalam kitab Sullamut Taufiq, Syaikh Salim bin Abdullah Al-Hadhrami menyebutkan bahwa ada empat syarat diterimanya shalat oleh Allah.

Pertama, melakukan shalat hanya bertujuan untuk beribadah kepada Allah semata. Artinya, melakukan shalat harus ikhlas karena Allah, bukan untuk tujuan yang lain.

Kedua, sesuatu yang dimakan, pakaian yang dipakai dan tempat yang digunakan untuk shalat harus halal. Jika tidak halal, maka tidak akan diterima oleh Allah.

Ketiga, harus khusyuk. Saat kita shalat, hati kita harus selalu hadir dan sadar bahwa kita sedang bermunajat kepada Allah.

Keempat, tidak ujub atau bangga atas shalat yang kita lakukan. Jika kita mampu melaksanakan shalat, kita hanya boleh bersyukur kepada Allah. Adapun ujub atau ingin disanjung tidak diperbolehkan dan hal itu menyebabkan shalat tidak diterima oleh Allah.

Syaikh Salim bin Abdullah Al-Hadhrami berkata dalam kitab Sullamut Taufiq berikut;

و شرط مع ما مر لقبولها عند الله سبحانه و تعالى ان يقصد بها و جه الله تعالى وحده، و ان يكون مأكله و ملبوسه و مصلاه حلالا ، و ان بخضر قلبه فيها له من صلاته الا ما عقل منها و ان لا يعجب بها

Disyaratkan beserta syarat dan rukun yang telah disebutkan agar shalat diterima oleh Allah; shalat karena bertujuan menyembah kepada Allah semata, makanan, pakaian, dan tempat shalat harus halal, hatinya hadir dalam shalat dan tidak ada yang dipikirkan kecuali bacaan shalat, dan tidak boleh ujub dengan shalat.

Baca Juga :  Apakah Anak Kecil yang Sakaratul Maut Dianjurkan untuk Ditalqin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here