Empat Perbedaan Sunnah Ab’adh dan Sunnah Haiat dalam Shalat

0
37

BincangSyariah.Com – Selain terdiri dari rukun-rukun, shalat juga terdiri dari beberapa pekerjaan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Menurut ulama Syafiiyah, pekerjaan sunnah dalam shalat dibagi menjadi dua, yaitu sunnah aba’dh dan sunnah haiat.

Menurut ulama Syafiiyah, ada empat perbedaan antara sunnah ab’adh dan sunnah haiat dalam shalat.

  • Pertama, jika meninggalkan sunnah ab’adh, baik karena lupa atau sengaja, maka dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam. Sebaliknya, jika meninggalkan sunnah haiat, baik lupa atau sengaja, maka tidak dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.
  • Kedua, sunnah ab’adh adalah pekerjaan sunnah yang berdiri sendiri, tidak mengikuti rukun shalat. Misalnya, tasyahud awal dan qunut. Keduanya dilakukan secara mandiri, terpisah dari rukun-rukun shalat. Sementara sunnah haiat mengikuti rukun-rukun shalat. Misalnya, bacaan tasbih. Ia mengikuti rukuk atau sujud.
  • Ketiga, sunnah ab’adh punya tempat khusus dalam shalat yang berbeda dengan rukun shalat. Misalnya tasyahud awal dan qunut. Sebaliknya, sunnah haiat tidak punya tempat khusus melainkan mengikuti rukun-rukun shalat.
  • Keempat, selain membaca shalawat kepada Nabi Saw, sunnah ab’adh tidak dianjurkan untuk dilakukan di luar shalat. Sementara sunnah haiat di dalam shalat dianjurkan untuk dikerjakan, begitu juga dianjurkan di luar shalat. Misalnya membaca tasbih, di dalam shalat dianjurkan, begitu juga di luar shalat.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ويتميّز البعض من الهيئة عند الشّافعيّة بعدّة أمورٍ . أوّلها : أنّ البعض يجبر بسجود السّهو بخلاف الهيئة ، فإنّها لا تجبر بسجود السّهو ، لعدم وروده فيها . ثانيها : أنّ البعض سنّة مستقلّة وليست تابعةً لغيرها ، بخلاف الهيئات ، فإنّها ليست مستقلّةً ، بل هي تابعة للأركان .. ثالثها : الأبعاض لها محلّ خاصّ بها من الصّلاة لا يشاركها غيرها ، بخلاف الهيئات فليس لها محلّ خاصّ بها ، بل تقع في داخل الأركان ، كما ذكرناآنفاً رابعها ان الابعاض لا يطلب الاتيان بها خارج الصلاة الا الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم بخلاف الهيئات فالتكبيرات والتسبيحات وغيرها من الاذكار مطلوبة في الصلاة وخارج الصلاة

Menurut ulama Syafiiyah, sunnah ab’adh berbeda dengan sunnah haiat dalam beberapa hal. Pertama, sunnah ab’adh bisa ditambal dengan sujud sahwi, sementara sunnah haiat tidak bisa karena tidak ada keterangan dari Nabi Saw dalam masalah sunnah haiat. Kedua, sunnah ab’adh berdiri sendiri, tidak mengikuti pekerjaan shalat lainnya, sementara sunnah haiat tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti rukun-rukun shalat. Ketiga, sunnah ab’adh memiliki tempat khusus di dalam shalat yang tidak disertai dengan pekerjaan shalat lainnya, sementara sunnah haiat tidak memiliki tempat khusus, melainkan masuk di dalam rukun-rukun shalat. Keempat, sunnah ab’adh tidak dianjurkan dikerjakan di luar shalat kecuali membaca shalawat kepada Nabi Saw, sementara sunnah haiat, seperti takbir, tasbih, dan zikir-zikir yang lain, dianjurkan di dalam shalat dan di luar shalat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here