Empat Manfaat Menyambung Tali Silaturahmi

0
7098

BincangSyariah.Com – Perbedaan pilihan saat pemilu bisa membuat hubungan sebagian dari kita dengan kerabat menjadi renggang, bahkan sampai bermusuhan dan tak saling sapa. Kini kita enggan berkunjung, juga menginjakkan kaki di rumah kerabat. Aristoteles mengatakan bahwa kita (manusia) adalah zoon politicion, makhluk yang pasti membutuhkan orang lain. Buanglah kosa kata marah dan permusuhan dari kamus kita dan mulailah menjalin silaturahmi.

Allah Swt. menganjurkan kita menyambung silaturahmi yang putus.  Ia memberi balasan bagi orang-orang yang menjalin silaturahmi. Berikut beberapa balasan Allah yang tertulis dalam hadis Nabi:,

Pertama, Allah akan melapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

Menurut ulama, panjang umur  yang dimaksud bukanlah bertambah masa hidup menjadi lama, melainkan umurnya digunakan untuk beribadah pada Allah. Umurnya penuh keberkahan. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, disediakan surga baginya. Allah akan menyediakan surga bagi orang yang bersilaturahmi. Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari, dari Abu Ayyub al-Anshari:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan salat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi.” Setelah orang itu pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga.”

Ketiga, akan mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa menyambung silaturahmi lebih besar pahalanya daripada memerdekakan budak. Dalam Shahih al-Bukhari, dari Maimunah Ummul-Mukminin, dia berkata:

Baca Juga :  Lantunan Shalawat Badar: Tradisi Penyambutan Kedatangan Orang Yang Mulia

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَشَعَرْتَ أَنِّي أَعْتَقْتُ وَلِيدَتِي قَالَ أَوَفَعَلْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيْتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ لِأَجْرِكِ

“Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku memerdekakan budakku?” Nabi bertanya, “Apakah engkau telah melaksanakannya?” Ia menjawab, “Ya”. Nabi bersabda, “Seandainya engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya.”

Keempat, dicintai keluarganya. Rasulullah bersabda,

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.”  (HR. Bukhari)

Yang dimaksud dengan silaturahmi bukan membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang sama, melainkan menyambung apa yang telah putus dalam hubungan hablum minannas, sebagaimana hadis Nabi, “Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

”Seseorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari)

Menyambung silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang mesti kita miliki. Semoga kita mendapatkan hidayah Allah sehingga mampu berbuat baik terhadap sesama makhluk ciptaannya. Wallahualam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here