Empat Ibadah yang Diwajibkan Berwudhu

2
4154

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fikih, para ulama fikih telah membuat batasan dan klasifikasi tentang hukum wudhu; ada yang wajib dan ada yang sunah. Hukum wudhu menjadi wajib apabila suatu ibadah tidak sah kecuali seseorang dalam kondisi mempunyai wudhu.

Sementara itu, wudhu hukumnya menjadi sunah apabila suatu ibadah tetap sah meski tidak mempunyai wudhu, hanya saja dianjurkan wudhu terlebih dahulu sebagai kesempurnaan dari ibadah tersebut.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Salim bin Abdullah bin Sa’ad dalam kitab Safinah al-Najah, bahwa ada empat ibadah yang haram dilakukan bagi orang yang tidak mempunyai wudhu. Artinya empat ibadah ini boleh dikerjakan apabila seseorang dalam kondisi mempunyai wudhu. Empat ibadah tersebut sebagai berikut.

Pertama, shalat, baik shalat wajib lima waktu maupun shalat sunah. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah al-Maidah ayat 6:

 إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكموأيديكم إلى المرافق وامسحوا برؤوسكم وأرجلكم إلى الكعبين

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki”

 Ayat ini juga diperkuat dengan hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang bersabda:

لا صلاة لمن لا وضوء له ولا وضوء لمن لا يذكر اسم الله عليه

“Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu. Dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah.”

Syaikh Zainudin al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in, meyebutkan beberapa syarat shalat, di antaranya adalah wudhu. Beliau mengatakan;

شروط الصلاة خمسة: احدها طهارة عن حدث وجنابة. فالاولى الوضوء

“Syarat-syarat shalat ada lima; pertama harus suci dari hadast dan janabah. Yg pertama adalah wudhu.”

Wudhu merupakan syarat pertama yang harus dilakukan sebelum shalat, sehingga apabila tidak dilakukan maka shalatnya tidak sah.

Kedua, tawaf di Baitullah. Para ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu untuk melaksanakan tawaf di Baitullah hukumnya wajib. Hal ini karena melaksanakan tawaf seperti melaksanakan shalat, harus suci dari hadas. Dalam hadis riwayat al-Tirmidzi dan al-Nasai dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

الطواف حول البيت مثل الصلاة

Thawaf di sekitar Ka’bah adalah seperti halnya shalat.”

Ketiga dan keempat, menyentuh Alquran dan membawanya. Tidak boleh menyentuh Alquran, sebagian atau keseluruhannya, kecuali dalam kondisi mempunyai wudhu. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat Alwaqiah ayat 79:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Tidak menyentuhnya (Alquran) kecuali orang-orang yang disucikan

Ayat juga diperkuat dengan sabda Nabi Saw. riwayat al-Imam al-Hakim dalam kitab Almustadrak dengan sanad hadis shahih;

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

Tidak boleh menyentuh Alquran kecuali engkau dalam keadaan suci.”

Al-Imam an-Nawawi dalam kitab Altibyan mengatakan bahwa semua umat Islam telah sepakat tentang keharusan memelihara dan menghormati Alquran. Salah satu bentuk menghormati Alquran adalah melakukan wudhu terlebih dahulu ketika hendak menyentuh atau membawanya. Wallahu a’lam.

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum. Wr.Wb.
    Dear admin..
    Berkaitan dengan artikel ini, saya ingin bertanya jika di dalam HP saya memuat Alquran di dalamnya (e-Quran), apakah saya wajib berwudhu juga.?
    terimakasih sebelumnya, semoga Allah SWT melimpahkan karunia dan keselamatan untuk kita semua, aamiin..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here