Empat Amalan Penggugur Dosa pada Bulan Ramadan

4
1326

BincangSyariah.Com – Kita sudah sering mendengar para penceramah dan khatib menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah bulan maghfirah atau ampunan. Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya di bulan Ramadan dengan mudah.

Banyak amal kebaikan di bulan Ramadan yang dapat meleburkan dosa-dosa hamba Allah. Begitu mudahnya mendapatkan ampunan Allah di bulan Ramadan, sampai Nabi Saw. mendoakan kebinasaan terhadap orang yang dosa-dosanya tidak ada yang terampuni setelah selesai melewati puasa Ramadhan.

Berikut disebutkan empat amalan di bulan Ramadan yang dapat menggugurkan dosa. Empat amalan ini beradasarkan sabda Nabi Saw.;

Pertama, puasa di bulan Ramadan.Hal ini sebagaimana hadis riwayat imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.

Kedua, qiyam Ramadan atau mendirikan shalat tarawih dan witir pada malam bulan Ramadan. Dalam hadis riwayat imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Ketiga, mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat imam al-Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Baca Juga :  Lima Hal Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan dalam Shalat

Keempat, membayar zakat fitri. Membayar zakat fitri di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim, laki-laki maupun wanita, kecil maupun besar. Membayar zakat fitri dapat menutupi kesalahan dari perkataan kotor dan perbautan sia-sia, dan juga dapat menggugurkan dosa. Dalam hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, dia berkata;

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.”

Di bulan Ramadan banyak sekali ampunan Allah, sehingga amat rugi apabila telah melewati bulan Ramadan namun dosa-dosa kita tidak ada yang terampuni. Ibnu Rajab al-Hanbali berkata;

فَلَمَّا كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ

Tatkala semakin banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah bernasib buruk.”

4 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum, saya ingin bertanya..
    Sholat witir adalah sholat penutup waktu malam?.. Ktika terawih kan kita selalu mlaksanakan witir.. Trs pda qiyamul lail kita mlaksanakn sholat tahajud.. Itu bgaimana dgn tahajud kita?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here