Empat Adab Membaca Alquran

0
949

BincangSyariah.Com – Sebagai kitab suci umat Islam yang diturunkan sebagai pedoman hidup, tentu saja ada tuntunan adab membaca Alquran. Tidak seperti bacaan lainnya, Alquran sekedar membaca saja mendapat nilai pahala. Setiap huruf diganjar satu pahala. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: Siapa yang membaca satu huruf Alquran, maka baginya satu kebagikan. Satu kebaikan setara dengan sepuluhnya. Tidak Aku katakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.

Sebelum membaca Alquran ada beberapa hal yang mesti kita ketahui. Harapannya setiap ayat Alquran yang kita baca dapat memberi syafa’at di hari akhirat. Berikut empat adab membaca Alquran, sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Tibyan fi Adab Hamlat Alquran, karya imam al-Nawawi .

Pertama, membersihkan diri sebelum membaca Alquran. Seperti sikat dan berwudu. Walaupun tanpa wudhu’ tetap diperbolehkan membaca Alquran, namun pahalanya berbeda. Orang yang sedang dalam keadaan wudhu’ lebih besar pahalanya dibanding tidak berwudhu’.

Namun bagi yang sedang dalam hadas besar tidak diperbolehkan membaca Alquran. Untuk itu bagi yang haidh, habis mimpi basah, keluar darah nifas, maka terlebih dahulu untuk mandi wajib.

Kedua, disunahkan untuk menghadap kiblat. Rasulullah Saw bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Ibnu ‘Abbas.

خير المجالس ما استقبل به القبلة

Artinya: Sebaik-baik majelis adalah yang menghadap kiblat.

Ketika menghadap kiblat diharapkan kita lebih khusyuk ketika membaca Alquran. Adapun tempat membaca Alquran tidak boleh di kamar mandi atau tempat najis. Namun di dekat orang yang sedang hadas besar atau najis tetap diperbolehkan. Seperti membaca Alquran di samping perempuan haidh.

Baca Juga :  Hukum Mengadakan Walimatus Safar Haji dan Umrah

Ketiga, mendahulukan membaca Alquran dengan ta’awwudz. Yaitu membaca
Auzu billahi min al-syaithani al-rajiim.

Membaca ta’awwudz tidak wajib, karenanya ketika lupa membacanya maka dilanjutkan saja membaca Alquran. Allah Swt berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ القُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (Q.S. Al-Nahl: 98)

Keempat, khusyuk dan merenungkan setiap ayat yang kita baca. Allah Swt. berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? (Q.S. Annisa’: 82)

Tidak baik terburu-buru dalam membaca Alquran. Ketika terburu-buru kemungkinan cara penyebutan huruf, panjang pendek, dan urutan kalimat sangat mungkin bisa terjadi. Baiknya setiap bacaan Alquran kita tidak hanya tinggal bacaan, tapi juga bacaan yang melembutkan hati kita.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.