Dua Macam Penghalang Hak Waris

0
659

BincangSyariah.Com – Dalam ilmu faraidh, penghalang hak waris diambil dari kata bahasa arab disebut dengan al-hujub. Adapun pengertian al-hujub secara syariat menurut kalangan ulama faraid adalah menggugurkan hak ahli waris untuk menerima waris, baik secara keseluruhannya atau sebagian saja disebabkan adanya orang yang lebih berhak untuk menerimanya.

Menurut Taqiyyuddin Abu Bakr bin Muhammad Al-Hishni Ad-Dimasyqi dalam Kifayatul Akhyar bahwa hal-hal yang dapat menjadi penghalang seseorang mendapatkan waris secara garis besar terbagi menjadi dua macam, yakni al-hujub bil washfi dan al-hujub bi asy-syakhshi.

Pertama, al-hujub bil washfi berarti orang yang terkena hujub tersebut terhalang dari mendapatkan hak waris secara keseluruhan, misalnya orang yang membunuh pewarisnya atau murtad. Hak waris mereka menjadi gugur atau terhalang.

Kedua, al-hujub bi asy-syakhshi yaitu gugurnya hak waris seseorang dikarenakan adanya orang lain yang lebih berhak untuk menerimanya. Al-hujub bi asy-syakhshi terbagi dua: hujub hirman dan hujub nuqshan.

Hujub hirman yaitu penghalang yang menggugurkan seluruh hak waris seseorang. Misalnya, terhalangnya hak waris seorang kakek karena adanya ayah, terhalangnya hak waris cucu karena adanya anak, terhalangnya hak waris saudara seayah karena adanya saudara kandung, terhalangnya hak waris seorang nenek karena adanya ibu, dan seterusnya.

Adapun hujub nuqshan (pengurangan hak) yaitu penghalangan terhadap hak waris seseorang untuk mendapatkan bagian yang terbanyak. Misalnya, penghalangan terhadap hak waris ibu yang seharusnya mendapatkan sepertiga menjadi seperenam disebabkan pewaris mempunyai keturunan atau anak.

Demikian juga seperti penghalangan bagian seorang suami yang seharusnya mendapatkan setengah menjadi seperempat, sang istri dari seperempat menjadi seperdelapan karena pewaris mempunyai anak, dan seterusnya

Baca Juga :  Apakah Menelan Ludah Membatalkan Puasa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here