Dua Hal yang Menyebabkan Jinabat

0
1626

BincangSyariah.Com – Salah satu hal yang menyebabkan seorang Muslim wajib mandi besar adalah jinabat. Lalu apa saja yang menyebabkan seorang Muslim disebut jinabat?

Di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii karya Dr. Mustafa Khan, Dr. Mustafa Al-Bagha dan Ali Al-Syarbaji disebutkan bahwa jinabat itu disebabkan dua hal.

Pertama, keluarnya mani dari seorang laki-laki atau perempuan dengan sebab apapun itu. Baik disebabkan karena mimpi basah, bermain birahi atau mengkhayal (berpikir sesuatu yang merangsang syahwat).

Ummu Salamah telah meriwayatkan hadis bahwa suatu hari Ummu Sulaim mendatangi Rasulullah saw., lalu ia bertanya kepada beliau,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ احْتَلَمَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ . رواه البخاري ومسلم.

“Wahai Rasulullah, Sungguh Allah tidak malu terhadap suatu kebenaran, apakah seorang perempuan wajib mandi (besar) ketika ia ihtilam (mimpi bersetubuh)?” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Iya, jika ia melihat sperma (ketika bangun tidur).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Aisyah r.a. pun juga meriwayatkan hadis terkait hal ini,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ الْبَلَلَ وَلاَ يَذْكُرُ احْتِلاَمًا . قَالَ : يَغْتَسِلُ ، وَعَنِ الرَّجُلِ يَرَى أَنَّهُ قَدْ احْتَلَمَ وَلاَ يَجِدُ الْبَلَلَ . قَالَ : لاَ غُسْلَ عَلَيْهِ فَقَالَتْ : أُمُّ سُلَيْمٍ الْمَرْأَةُ تَرَى ذَلِكَ أَعَلَيْهَا غُسْلٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ . إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ.  رواه ابو داود.

Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seorang laki-laki yang mengeluarkan sperma namun ia tidak ihtilam/mimpi basah. Beliau menjawab, “Wajib mandi.” Sedangkan tentang laki-laki yang mimpi basah namun tidak mengeluarkan sperma, beliau bersabda, “Tidak wajib mandi baginya.” Lalu Aisyah berkata, “Ummu Sulaim pun bertanya (kepada beliau) tentang wanita yang mimpi basah, apakah wajib mandi baginya?”, Beliau menjawab, “Iya, Sungguh para wanita itu saudara kembar laki-laki.” (HR. Abu Daud)

Baca Juga :  Agar Mandi Janabah Sempurna, Lakukanlah Hal Ini

Kedua, jima’ atau berhubungan badan, meskipun tidak sampai mengeluarkan mani.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُ. رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika ia (seorang laki-laki) duduk di antara bagian perempuan yang empat (kedua paha dan kedua betisnya), lalu ia mengerahkan kepadanya (dengan gerakannya), maka wajib mandi (baginya). (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Di dalam riwayat Imam Muslim disebutkan “Meskipun tidak mengeluarkan sperma/mani.”

Selain itu Aisyah r.a. juga meriwayatkan hadis tentang ini di dalam Sahih Muslim,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ وَمَسَّ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ ». رواه مسلم.

Rasulullah saw. bersabda, ““Jika ia (seorang laki-laki) duduk di antara bagian perempuan yang empat (kedua paha dan kedua betisnya), serta menyentuhnya khitan dengan khitan (bersetubuh), maka wajib mandi (baginya). (HR. Muslim).

Demikianlah dua hal yang menjadi penyebab jinabat. Bagi seorang Muslim yang mengalami salah satu dari hal tersebut, maka ia wajib mandi besar. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here