Doa-doa Malam Nisfu Sya’ban

0
2571

BincangSyariah.Com – Terdapat beberapa doa yang dianjurkan ulama salaf untuk dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Bahkan sebagian ulama yang arif menganjurkan agar doa-doa ini dibaca pada setiap malam sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pertama; doa yang dianjurkan Nabi Saw. untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar dan dikenal dengan doa Lailatul Qadar. Doa Lailatul Qadar ini juga dianjurkan dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Hal ini karena malam Nisfu Sya’ban adalah malam paling utama setelah malam Lailatul Qadar. Doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَ اْلمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘afiyata wal mu’afaatad daimata fid dunya wal akhirati

Artinya; Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia. Engkau menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon maaf kepadaMu, dan kesehatan dan kecukupan di dunia dan akhirat.

Kedua; doa Nabi Ada as. Doa ini dari Abu Barzah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

لَمَّا هبَطَ  آدَمُ إَلَى اْلأَرْضِ طَافَ بِاْلبَيْتِ أُسْبُوْعًا وَصَلَّى خَلْفَ اْلمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ قَالَ: اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ : إِنِّيْ قّدْ غَفَرْتُ ذَنْبَكَ وَلَنْ يَأْتِيَنِيْ أَحَدٌ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ يَدْعُوْنِيْ بِمِثْلِ مَا دَعَوْتَنِيْ إِلَّا غَفَرْتُ ذُنُوْبَهُ، وَكَشَفْتُ غُمُوْمَهُ وَهُمُوْمَهُ، وَنَزَعْتُ اْلفَقْرَ مِنْ بَيْنِ عَيْنَيْهِ، وَاتَّجَرْتُ لَهُ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تَاجِرٍ، وَجَاءَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَإِنْ كَانَ لاَ يُرِيْدُهَا .

Baca Juga :  Hukum Menggabungkan Niat Puasa Ramadan dan Puasa Sunah Senin-Kamis

Artinya; “Setelah Nabi Adam as turun ke bumi dan thawaf di Baitullah selama seminggu dan shalat dua rakaat di belakang maqam, kemudian dia berdoa; Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang engakau bagi untuk diriku”.

Allah kemudian menjawab doa Nabi Adam as;’ Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu keculi Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menginginkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here