Doa Berbuka Puasa

0
623

BincangSyariah.Com – Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah tanpa batasan waktu, tempat dan kondisi. Kita boleh memanjatkan permohonan kepada Allah kapan pun dan di mana pun kita berada. Namun perintah berdoa ini semakin ditekankan lagi pada kondisi dan keadaan tertentu yang diistimewakan Allah seperti ketika berbuka puasa, khsususnya di bulan Ramadhan.

Sesuai sabda Nabi Saw, berdoa ketika menjelang berbuka puasa tidak akan ditolak oleh Allah. Dengan demikian, selayaknya setiap Muslim yang sedang berpuasa, terutama puasa di bulan Ramadhan, jangan sampai melewatkan momen ini tanpa mendekatkan diri dengan berdoa kepada Allah. Dalam hadis riwayat Imam al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”

Hadis tersebut diperkuat dengan hadis riwayat Ibnu Majah dari ‘Amr Ibnu al-‘Ash, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

 “Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak.”

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika berbuka puasa adalah doa yang diajarkan Nabi Saw sebagaimana dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abdullah bin Umar;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:  ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

“Nabi Saw ketika berbuka puasa, beliau membaca: ‘Dzahabaz  dzama-u, Wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah (telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah).’”

Baca Juga :  Ini Dua Doa yang Sunah Dibaca setelah Takbir Keempat Salat Jenazah

Selain doa di atas, juga populer doa lain untuk berbuka puasa yang diriwayatkan Abu Daud dari Muaz bin Zuhrah, dia berkata;

كَانَ النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Nabi Saw ketika berbuka puasa beliau mengucapkan; ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).”

Dari kedua hadis tersebut di atas dan dari riwayat hadis yang lain, Syaikh Wahbah al-Zuhaili menggabungkan dalam kitabnya Alfiqh al-Islami wa Adillatuhu dan menyebutnya sebagai doa yang ma’tsur ketika berbuka puasa.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

Allahumma inni laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika amantu, dzahabaz zdama-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allah ta’ala. Ya wasi’al fadhli ighfirli, alhamdulillahil ladzi a’anani fashumtu wa rozaqoni fa afthortu.”

Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah. Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga aku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here