Doa Agar Terhindar dari Stroke

1
893

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah hadis disebutkan من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة

“Di antara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak” (HR Ibnu Abd Razzaq). Apa terjemahan Falij ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan:

اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ

“Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh” (Tuhfatul Ahwadzi). Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh.

Doa agar terhindar dari penyakit tersebut adalah:

ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء ” ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»

Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda:
“Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3x “Bismillah alladzi laa yadlurru ma’a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa’ wa huwa as-samii’u al-aliim” maka tidak ada yang membahayakan padanya”.
Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: “Apa yang kamu lihat? Hadis ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku” (HR Tirmidz)

Baca Juga :  Tata Cara Salat Tobat

Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:

من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ

“Barang siapa membacanya 3x, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3x maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore”

اللهم نعوذ بك من الستروك (الفالج)

Ma’ruf Khozin, pengasuh kajian fikih bersama KMNU Fakultas Kedokteran Unair Surabaya

1 KOMENTAR

  1. Apakah sdh ada penelitian secara medisnya sehingga judul yg digunakan begitu gamblang ? Meskipun ada apakah metode penelitiannya secara kuantitatif dan disainnya bagaimana sehingga bisa menunjukkan bahwa do’a tersebut begitu yakin secara empiris dapat mencegah struk?
    Yg saya fahami dari hadis tersebut bahwa do’a tersebut bukan mencegah penyakit struk akan tetapi menghindari pemicu struk. Do’a trsebut sudah biasa menjadi amalan umat aliran PK* yang dibaca tiap pagi dan petang, namun tetap saja banyak dari mereka yg menderita struk. Bagimana hal itu bisa terjadi? Mohon penjelasanya
    Kemudian yg perlu di klarifikasi lagi apakah hanya do’a org ttt saja yg selanjutnya sebagai media penolak pemicu struk sehingga pada zaman sekarang tidak realistis jika dipahami seperti redaksi judul. Dan jika benar bagaimana penjelasanya bahwa amalan seseorang dapat menyembuhkan atau mencegah suatu penyakit tersebut tanpa menggunakan media yg teruji secara klinis ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here