Doa Agar Terhindar dari Rasa Galau

0
3337

BincangSyariah.Com – Istilah galau dalam bahasa Arab disebut dengan hammun atau hazanun. Namun keduanya memiliki sedikit perbedaan. Hammun itu rasa galau atas sesuatu hal yang sedang menimpa Anda, misalnya Anda punya hutang kemudian merasa gelisah karena belum bisa membayarnya. Sementara itu, hazanun itu rasa galau atas sesuatu hal yang berkaitan dengan masa depan, misalnya Anda yang gelisah  masih belum memiliki pasangan, itu namnya Anda sedang tertimpa hazanun.

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar memberikan tips doa agar terhidar dari rasa galau saat tertimpa musibah atau kesulitan, baik hammun atau hazanun. Sebelum berdoa, sebaiknya dibuka dengan membaca salawat dan ditutup juga dengan salawat, seperti allhumma shali ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Diriwayatkan dari sahabat Nabi Abu Musa al-Asy’ari yang mendengar Rasulullah Saw. berpesan, “Jikalau Anda merasa galau, berdoalah dengan doa berikut:

أنا عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ فِي قَبْضَتِكَ، ناصِيَتِي بِيَدِكَ، ماضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ؛ أسألُكَ بِكُلّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أوْ أنْزَلْتَهُ فِي كِتابِكَ، أوْ عَلَّمْتَه أحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أوِ اسْتَأثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أنْ تَجْعَلَ القُرآنَ نُورَ صَدْرِي، وَرَبِيعَ قَلْبِي، وَجلاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمّي.

Ana ‘abduka ibnu ‘abdika ibnu ammatika fi qabdhatika, nashiyati bi yadika, madhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhauka. As‘aluka bi kullismin huwa laka sammaita bihi nafsaka au anzaltahu fi kitabika au ‘allamtahu ahadan min khalqika, au ista’tsarta bihi fi ‘ilmil ghaib ‘indaka an taj’alal qurana nura shadri wa rabi’a qalbi wa jala’a huzni wa dzahaba hammi.

 Artinya: aku adalah hamba-Mu dan ayah ibuku itu selalu berada dalam genggaman-Mu. Ubun-ubunku selalu berada di dalam kekuasaan-Mu. Ketentuan-Mu mengenai diriku pasti sudah tercatat sejak dulu, keadilan-Mu memutuskan (probematika kehidupanku) juga sudah menjadi keputusan-Mu. Dengan wasilah segala asma yang mana asma tersebut adalah milik-Mu yang Kau sebut sendiri nama itu atau asma-Mu yang tercatat dalam kitab-Mu, atau asma yang Kau ajarkan pada salah satu makhluk ciptaan-Mu atau asma yang Kau pilih sendiri sejak di alam gaib sana, aku memohon semoga al-Quran dapat menjadi pelita hatiku, penyejuk kalbuku, pembersih kegundahanku, dan penghiang kesedihanku.

Baca Juga :  Hukum Duduk Tasyahud dengan Sila

Setelah mengajarkan doa ini, ada sahabat yang bertanya pada Rasulullah, “Kanjeng Rasul, berarti orang yang tidak tahu doa penghilang galau tersebut sangat merugi ya?” “Betul, maka dari itu doalah, ajarkan dan sebarkanlah doa tersebut. Seseorang yang membaca doa tersebut dengan berharap sesuai makna yang ada di dalamnya, maka Allah pasti menghilangkan rasa susah, dan selalu memberikan rasa bahagia,” jawab Rasulullah pada salah satu sahabatnya itu. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here