Di Momen HUT Kemerdekaan RI, Ini Doa Kemerdekaan K.H. Maimoen Zubair

0
141

BincangSyariah.Com – K.H. Maimoen Zubair adalah seorang kyai kharismatik pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Beliau meninggal baru-baru ini pada hari Selasa, 6 Agustus 2019.

Beliau dikenal sebagai kyai yang sangat mencintai negeri ini, negeri Indonesia. Beliau bahkan mencermati bahwa bulan kemerdekaan Indonesia menepati bulan diutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasul baik secara masehi, yakni kemerdekaan kita di tanggal 17 Agustus 1945, diutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasul di tanggal 6 Agustus 611 M. Maupun secara hijriyah, yakni kemerdekaan kita di tanggal 9 Ramadhan 1364 H, diutusnya Nabi di tanggal 17 Ramadhan dimana saat itu penanggalan hijriyah belum dibukukan karena baru dibukukan pasca hijrahnya Nabi. Hal ini menepati juga dengan peristiwa awal turunnya Alquran karena memang terutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasul ditandai dengan turunnya wahyu Alquran pertama.

Beliau memiliki doa kemerdekaan khusus untuk mensyukuri kemerdekaan negeri ini. Doa ini pernah beliau panjatkan pada acara Dzikir Kebangsaan di Istana Merdeka pada Selasa, 1 Agustus 2017. Berikut adalah doanya:

يَا اللهُ شُكْرًا لَكَ يَاإِلَهَنَا عَلَى مَا تَفَضَّلْتَ عَلَيْنَا مِنْ نِعْمَةِ الإِسْتِقْلاَل مِنْ نِعْمَةِ الْحُرِّيَّة, حُرِّيَّةِ إِنْدُونِسِيَا. يَا ذَاالشَّهْرِ الْعَظِيْمِ شَهْرِ أَغُوسْتُوس. شَهْرِالْمُعَظَّمِ عِنْدَنِا وَعِنْدَكَ حَيْثُ بَعَثْتَ نَيِيَّكَ مُحَمَّد صلى الله عليه وسلم فِي شَهْرِ أَغُوسْتُوس كَمَا أَعْطَيْتَنَا حُرِّيَّتَنَا. اَلَّذِي يُوَافِقُ رَمَضَان. كَذَالِكَ فِي شَهْرِ رَمَضَان أَنْتَ تَنْزِلُ فِيْهِ الْقُرْاَنَ. يَارَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا نِعْمَتَكَ نِعْمَةَ الْاَعْظَمِ نِعْمَةَ الْحُرِّيَّة. وَاجْعَلْنَا اُمَّةً وَاحِدَةً لاَتَفْرِيْقَةً وَاِنْ كُنَّا شُعُوبًا وَقَبَائِلَ وَلَكِنْ لِتَعَارَفُوا كَمَا قُلْتَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ.

Transliterasi:

“Ya Allah, Syukron laka yaa Ilaahanaa ‘alaa maa tafadldlolta ‘alaina min ni’matil istiqlaal, min ni’matil hurriyyah, hurriyyati Indonesia. Yaa Dzasy syahril ‘adziim, syahri Agustus. Syahril mu’adzdzom ‘indanaa wa ‘indaKa haitsu ba’asTa nabiyyaKa Muhammad SAW fii syahri Agustus kamaa a’thoitanaa hurriyyatanaa. Alladzii yuwaafiqu Ramadhaan, kadzaalika fi syahri Ramadhaan Anta tanzilu fiihil qur`aan. Yaa Robbanaa anzil ‘alainaa ni’mataka, ni’matal a’dzom, ni’matal hurriyyah. Waj’alnaa ummatan waahidatan laa tafriiqotan wa in kunnaa syu’uuban wa qobaaila, walaakin li ta’aarofuu kamaa qulTa. Waj’al baldatanaa baldatun thoyyibatun wa Robbun ghofuur.”

Terjemah:

Baca Juga :  Lima Fungsi Doa

“Ya Allah, syukur bagimu wahai Tuhan kami yang telah menganugerahi kami nikmat kedaulatan dan nikmat kemerdekaan, kemerdekaan Indonesia. Wahai Pemilik bulan yang agung, bulan Agustuis. Bulan yang diagungkan oleh kami dan oleh-Mu, dimana Kau utus Nabi Muhammad SAW (sebagai Rasul) di bulan Agustus sebagaimana kau anugerahi kemerdekaan kami. Yang menepati bulan Ramadhan sebagaimana di bulan Ramadhan engkau menurunkan Alquran di dalamnya. Wahai Tuhan kami, turunkanlah bagi kami nikmatmu yang paling agung, nikmat kemerdekaan. Dan jadikan kami sebagai bangsa yang satu, yang tidak terpecah-belah. Meskipun kami bersuku-suku dan berkabilah-kabilah namun untuk saling mengenal sebagaimana yang Kau perintahkan. Dan jadikanlah negeri kami negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here