Di Malam Jumat, Lebih Utama Membaca Surah Yasin atau Surah al-Kahfi

1
500

BincangSyariah.Com – Umat Islam di Indonesia sangat dekat dengan Alquran. Di antaranya bisa kita liat pada tiap malam Jumat, di masjid, mushalla, atau rumah-rumah penduduk, terdapat sekelompok orang yang bersama-sama membaca bagian tertentu dari Alquran. Hal itu mereka rutin lakukan seminggu sekali.

Kegiatan sosial semacam ini melibatkan berbagai tingkatan sosial di masyarakat, ulama, orang awam, pejabat kampung dan warga biasa. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim antar warga masyarakat di Indonesia. Alquran menjadi pemersatu umat Islam di kampung-kampung, desa, gang-gang, masjid-masjid dan mushalla-mushalla. Bagian Alquran yang sering dibaca adalah surat Yasin. Surat ke ke-36 dalam Alquran. Karena itu, masyarakat Muslim Indonesia menyebutnya Yasinan. Atau forum pembacaan surat Yasin.

Belakangan, kegiatan membaca bagian tertentu Alquran tersebut dipertanyakan sebagian umat Islam. Menurut mereka, kegiatan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah saw. tidak pernah melakukan hal semacam itu. Demikian pula para sahabat dan tabiin. Kegiatan yang termasuk ibadah yang tidak ada contohnya pada masa Rasulullah saw. dinilai bertentangan dengan Islam.

Seringkali, untuk meledek umat Islam yang turut serta dalam kegiatan pembacaan Alquran tersebut, mereka mengatakan “Hanya itu bagian Alquran yang diapal.”, “Pantesan apalannya gak nambah-nambah”, “Amalan semacam itu menyepelekan surat Alquran lainnya,” “Amalan itu tidak ada contohnya dari Rasulullah saw.”

Ada yang agak bijak dengan menawarkan pengganti surat Yasin. Yaitu surat Al-Kahfi. Mereka bikin selebaran yang isinya, “Yang disunnahkan Al-Kahfi, yang dijalankan Yasinan.” Lalu ada kutipan hadis “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, yang akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat” (HR. Al-Baihaqi)

Baca Juga :  Hukum Mengusapkan Minyak Wangi pada Batu Nisan Kuburan

Penggantian bacaan dalam kegiatan Yasinan sebenarnya tidak ada larangan juga dalam agama. Sebagaimana bacaan Yasin tiap malam Jumat. Tidak dilarang agama. Bahkan dianjurkan. Rasulullah saw. bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ حم الدُّخَان وَيس أَصْبَحَ مَغْفُوْراً لَهُ

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Barang siapa membaca di malam Jumat surat Hamim Ad-Dukhan dan Yasin, maka ia diampuni dosanya ketika masuk waktu pagi.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)

Al-Baihaqi menyatakan bahwa hadis dari Abu Hurairah tersebut berkualitas daif karena terdapat perawi bernama Hisyam Ibnu Ziyad, murid Abu Hurairah. Namun Al-Baihaqi menyatakan bahwa kedaifan ini dikuatkan dengan riwayat dari Al-Hasan.

Dalam riwayat lain, Al-Baihaqi meriwayatkan dari tabiin besar Abu Qilabah.

عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، قَالَ: ” مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَمَنْ قَرَأَ الْكَهْفَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ حُفِظَ مِنَ الْجُمُعَةِ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَإِذا أَدْرَكَ الدَّجَّالَ لَمْ يَضُرَّهُ وَجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَمَنْ قَرَأَ يس غُفِرَ لَهُ

Dari Abu Qilabah yang berkata, “Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi, dia akan dijaga dari fitnah Dajjal. Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan dijaga dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Ketika dia menemui Dajjal, ia tidak akan membahayakannya. Pada hari kiamat, wajahnyaakan bersinar seperti rembulan pada malam purnama. Barang siapa membaca surat Yasin, dia akan diampuni.” (HR. Al-Baihaqi)

Setelah menyebutkan riwayat tersebut, Al-Baihaqi menyatakan,

هَذَا نُقِلَ إِلَيْنَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِنْ قَوْلِ أَبِي قِلَابَةَ وَكَانَ مِنْ كِبَارِ التَّابِعِينَ، وَلَا يَقُولُهُ إِنْ صَحَّ ذَلِكَ عَنْهُ إِلَّا بَلَاغًا

Baca Juga :  Keutaman Membaca Surah Al-Dukhan Pada Malam Jumat

“Hadis ini dinukil kepada kami dengan sanad ini dari ucapan Abu Qilabah. Beliau adalah salah satu dari Kibarut Tabiin (Tabiin Senior). Beliau tidak akan mengatakan hal semacam itu jika riwayat ini benar dari beliau, kecuali berdasarkan riwayat dari Rasulullah saw.” (Syu’ab Al-Iman, 4/99)

Berdasarkan keterangan Al-Baihaqi di atas, kita dapat gambaran bahwa pada malam Jumat orang boleh saja membaca surah Yasin maupun Al-Kahfi. Jadi, jika kamu disuruh milih, pada malam Jumat baca surah Yasin atau Al-Kahfi, kamu pilih yang mana? Boleh pilih salah satunya. Tapi lebih baik dibaca semuanya. Di rumah baca Al-Kahfi. Di masjid dan rumah tetangga yang sedang Yasinan, baca surat Yasin. Yuk, Yasinan!

Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan di harakah.id



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here