Dalil Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

0
765

BincangSyariah.Com – Mungkin di tahun ini, sebagian dari pembaca ada yang melaksanakan ibadah berkurban, apakah itu di masjid, mushola, atau diserahkan ke lembaga yang mengelola distribusi hewan kurban. Biasanya, saat orang berkurban dengan menyerahkannya ke masjid atau mushola di lingkungannya, orang yang berkurban diminta untuk hadir menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurbannya. Misalnya saat penyembelihan kambing atas nama A, maka A hadir saat penyembelihannya. Nah, sebenarnya apa dalil menyaksikan penyembelihan hewan kurban?

Dalam ulasan kitab-kitab fikih, dalil menyaksikan penyembelihan hewan kurban biasanya berakar dari pertanyaan lebih utama mana, menyembelih hewan kurban sendiri atau mewakilkan kepada orang lain? Lalu setelah mewakilkan, diantara pertanyaannya adalah, apakah lebih kita saksikan proses penyembelihannya atau tinggal memasrahkannya kepada yang menyembelih?

Persoalannya ini diantaranya dijelaskan oleh Imam As-Syairazi dalam kitab al-Muhazzab,

والمستحب أن يضحي بنفسه لحديث أنس (أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين ووضع رجله على صفاحهما ، وسمى وكبر) ويجوز أن يستنيب غيره ، لما روى جابر أن النبي صلى الله عليه وسلم(نحر ثلاثا وستين بدنة ثم أعطى عليا فنحر ما غبر منها)  أي ما بقي منها –

Dan dianjurkan untuk menyembelih (hewan kurban) sendiri, dengan dasar hadis riwayat Anas bin Malik: “bahwasanya Rasulullah Saw, berkurban dengan dua kambing kibas yang gemuk, lalu meletakkan kakinya di sisi lehernya, lalu mengucap bismillah dan bertakbir (untukmemotongnya).” (H.R. al-Bukhari) Dan boleh untuk meminta orang lain menggantikan (untuk menyembelih), berdasarkan hadis riwayat Jabir, bahwasanya Rasulullah Saw. berkata: “Rasulullah Saw menyembelih 63 kambing (badanah) kemudian ia memberikannya pada Ali, lalu Ali memotong sisanya.” (H.R. Muslim)

Dua riwayat diatas menjawab dua pertanyaan sekaligus. Yaitu kesunahan untuk menyembelih hewan kurban sendiri, tapi jika tidak memungkinkan boleh (dan masih memenuhi kriteria menjalankan kesunahan juga) mewakilkan kepada yang bisa menyembelih. Dari hadis riwayat Jabir diatas, maka kebolehan mewakili menyembelih hewan kurban tidak hanya berlaku pada laki-laki tapi juga kepada perempuan. Ditambah lagi, ada hadis riwayat ‘Imran bin Hushain, diantaranya diriwayatkan al-Hakim dalam al-Mustadrak, meskipun para ulama berselisih tentang kesahihan hadisnya,

Baca Juga :  Empat Manfaat Menyambung Tali Silaturahmi

عن عمران بن حصين – رضي الله عنه – أن رسول الله – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : ” يا فاطمة قومي إلى أضحيتك فاشهديها ، فإنه يغفر لك عند أول قطرة تقطر من دمها كل ذنب عملتيه وقولي : [ ص: 314 ] ” إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين ” ” ، قال عمران : قلت : يا رسول الله ، هذا لك ولأهل بيتك خاصة ، فأهل ذاك أنتم أم للمسلمين عامة ؟ فقال : ” لا بل للمسلمين عامة “

Dari ‘Imran bin Hushain ra.: Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Hai Fatimah, pergilah lihat hewan sembelihanmu dan saksikanlah. Maka sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa yang kamu perbuat sejak tetes darah pertama hewan kurban itu mengalir. Lalu katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, tiada sekutu bagi-Nya karena itulah aku diperintahkan dan aku adalah yang pertama menjadi muslim.” ‘Imran berkata: “saya lalu bertanya, wahai Rasulullah, ini khusus untuk engkau dan keluargamu, atau apakah untuk keluarga itu atau untuk seluruh umat muslim?” Rasulullah Saw. bersabda: “itu tadi berlaku untuk semua muslim.” (H.R. al-Hakim, sanadnya Shahih namun al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya).

Dari hadis dan penjelasan ulama diatas, dapat kita simpulkan bahwa proses menyaksikan penyembelihan hewan kurban itu diperbolehkan bahkan dianjurkan bagi yang tidak menyembelih sendiri. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here