Dalil Kesunahan Puasa Hari Kesembilan dan Kesepuluh Muharam

0
1036

BincangSyariah.Com – Kami telah membicarakan tentang kesunahan berpuasa di bulan Muharam, karena hadis yang menyatakan bahwa salah satu bulan yang Nabi Saw. paling bersemangat untuk melaksanakan puasa – di luar bulan Ramadan – adalah pada bulan Muharam. Dan menurut sebagian ulama, berpuasa di sepuluh hari pertama di bulan Muharam adalah bagian dari sunah juga.

Memang, dalil yang paling kuat tentang kesunahan berpuasa di bulan Muharam adalah berpuasa di hari kesepuluh, atau dikenal sebagai puasa Asyura. Namun, puasa Asyura ini Nabi Saw. mendapatkan laporan bahwa puasa tersebut mirip dengan puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Kisah ini direkam misalnya dalam kitab Shahih Muslim, pada hadis yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Abbas Ra:

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

“Ketika Rasulullah Saw. berpuasa hari Asyura dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa. Orang-orang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.”

Rasulullah Saw. lalu bersabda, “maka kalau begitu, tahun depan jika Allah menghendaki kita berpuasa (jadi) di hari kesembilan !” Ibn ‘Abbas berkata: “Tahun depan itu tidak terjadi karena Rasulullah Saw. sudah wafat sebelumnya.” 

Melalui hadis ini, kita dapat menyimpulkan bahwa puasa di hari kesembilan masuk kedalam kesunahan namun belum pernah dikerjakan oleh Nabi Saw.

Melalui hadis ini, para ulama seperi al-Syafi’i dan para pengikutnya, Ahmad bin Hanbal, serta Ishaq bin Rahawayh berpendapat bahwa berpuasa di hari kesembilan bersama hari kesepuluh secara bersamaan hukumnya Sunah.

Baca Juga :  Hukum Bermakmum pada Imam yang Belum Sunat

Lalu pertanyaannya, mengapa puasa sunah Asyura disunahkan untuk tidak dilakukan di satu hari itu saja, namun bersama dengan hari sebelumnya. Bahkan, menurut sebagian ulama di hari sesudahnya juga disunahkan.

Baca Juga :  Mengapa Muharam Ditetapkan Sebagai Bulan Pertama Tahun Hijriah?

Menurut Imam al-Nawawi ada tiga alasan atau hikmah mengapa ini disunahkan:

قال النووي رحمه الله : ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ مِنْ أَصْحَابِنَا وَغَيْرِهِمْ فِي حِكْمَةِ اسْتِحْبَابِ صَوْمِ تَاسُوعَاءَ أَوْجُهًا : ( أَحَدُهَا ) أَنَّ الْمُرَادَ مِنْهُ مُخَالَفَةُ الْيَهُودِ فِي اقْتِصَارِهِمْ عَلَى الْعَاشِرِ , وَهُوَ مَرْوِيٌّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ .. ( الثَّانِي ) أَنَّ الْمُرَادَ بِهِ وَصْلُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ بِصَوْمٍ , كَمَا نَهَى أَنْ يُصَامَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَحْدَهُ , ذَكَرَهُمَا الْخَطَّابِيُّ وَآخَرُونَ . ( الثَّالِثَ ) الاحْتِيَاطُ فِي صَوْمِ الْعَاشِرِ خَشْيَةَ نَقْصِ الْهِلَالِ , وَوُقُوعِ غَلَطٍ فَيَكُونُ التَّاسِعُ فِي الْعَدَدِ هُوَ الْعَاشِرُ فِي نَفْسِ الأَمْرِ . انتهى

Pertama, menyelisihi kebiasaan ibadah orang-orang Yahudi yang biasa berpuasa hanya di hari kesepuluh. Ini didasari oleh riwayat dari Ibn ‘Abbas. Kedua, menggabungkan puasa lain dengan puasa Asyura. Ini layaknya dimakruhkannya berpuasa hanya di hari Jumat saja (maka berpuasa satu hari Asyura saja, dianggap makruh). Ini menurut pendapat al-Khattabi dan beberapa ulama.

Ketiga, kehatian-hatian karena boleh jadi hilal sebagai penanda waktu awal muharam sudah masuk bulan baru lebih awal, dan hari kesepuluh sebenarnya sudah masuk saat kita berpuasa yang kita kira sebagai hari kesembilan.

Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari, dan banyak ulama lain berpandangan bahwa pendapat yang kuat mengapa perlu berpuasa di hari kesembilan juga adalah untuk berbeda dengan kaum Yahudi. Namun, saya sudah mencoba sedikit mengulas tentang tidak samanya hari Asyura yang dikenal umat Islam dengan tradisi puasa hari kesepuluh orang Yahudi. Wallahu A’lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here