Dalil Berpuasa Syawal Sebulan Penuh

0
459

BincangSyariah.Com – Hari ini kita mungkin masih dalam suasana hari raya idul fitri. Kita tahu di Indonesia dan di beberapa negara lain di sekitar Asia Tenggara, hari raya idul Fitri ini adalah momen untuk bersilaturahmi ke banyak saudara, kerabat, dan tetangga. Dalam suasana silaturahmi tersebut, sangat mungkin diadakan kegiatan makan bersama baik di waktu siang atau malam. Namun, sebenarnya ada juga perilaku baik yang bisa dilakukan saat bulan syawal, bahkan dikategorikan sebagai sunnah yang baik dilakukan di bulan ini. Yaitu puasa enam hari di bulan syawal. Namun, boleh jadi ada yang tertarik ingin memulai berpuasa setelah hari pertama idul fitri, dan meneruskannya berpuasa penuh selama satu bulan penuh. Kalau yang seperti ini, apakah termasuk ke dalam sunnah juga ?

Jawabnya, penulis dulu pernah membicarakan tentang hukum puasa setahun penuh. Dalam artikel tersebut, sepanjang puasa tidak dilakukan di waktu-waktu yang diharamkan yaitu hari raya idul fitri, raya idul adha, dan tiga hari setelah idul adha (hari tasyrik), maka masih masuk ke dalam kategori sunnah.

Begitu juga dengan berpuasa syawal satu bulan penuh. Ini tetap masuk ke dalam kategori puasa yang dibolehkan. Dasarnya riwayat yang bersumber dari Imam Ahmad, sebagaimana dikutip Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha’if al-Ma’aarif,

ففي حديث رجلٍ من قريش سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: من صام رمضان وشوالا والأربعاء والخميس، دخل الجنة

dalam sebuah hadis diriwayatkan dari seorang di suku Quraisy, ia mendengar Nabi Saw. bersabda: “siapa yang berpuasa ramadan, syawal, hari rabu dan kamis, ia (dipastikan) masuk surga”

Hadis ini diriwayatkan juga oleh Imam an-Nasa’i. Dalam disiplin ilmu hadis, di dalam jalur riwayat hadis tersebut memang ada periwayat yang tidak dikenal (man lam yusamm/majhuul), namun perawi sisanya semuanya dipercaya (tsiqah).

Baca Juga :  Hukum Puasa Syawal di Hari Sabtu

Dalam riwayat Abu Ya’la al-Mawshuli, Usamah bin Zayd pernah ditanya Rasulullah Saw. ketika ia biasa berpuasa satu bulan penuh di salah satu bulan. Rasulullah Saw. berkata: “kamu di bulan Syawal puasa seperti itu tidak?”

Sejak saat itu, Usamah bin Zayd ketika sudah selesai satu hari penuh idul fitri (afthara romaadhoona), beliau besoknya akan berpuasa di bulan Syawal dari pertama hingga hari terakhir.

Dalam riwayat lain, meski riwayat ini tidak shahih, Usamah bin Zayd biasa berpuasa di bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab), namun Nabi memerintahkanya untuk berpuasa penuh satu bulan (selain puasa ramadan yang wajib) di bulan Syawal saja. Sejak saat itu, Usamah selalu berpuasa penuh di bulan syawal sampai akhir hayatnya.

Wallahu A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here