Dalil Anjuran Mengangkat Kedua Tangan Ketika Hendak Berdiri dari Duduk Istirahah

0
845

BincangSyariah.Com –Umumnya, kita mengetahui bahwa anjuran mengangkat kedua tangan hanya disunahkan dalam empat tempat, yaitu ketika takbiratul ihram, ketika hendak rukuk, ketika bangun dari rukuk, dan ketika berdiri dari tasyahud awal. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Nafi’ maula Ibnu Umar, dia berkata;

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا دَخَلَ فِى الصَّلاَةِ كَبَّرَ ، وَرَفَعَ يَدَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ ، وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ ورَفَعَ ذلكَ ابنُ عُمَر إلى نبيِّ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -.

Sesungguhnya Ibnu Umar biasanya jika hendak memulai shalatnya, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika hendak rukuk juga mengangkat kedua tangannya. Jika beliau mengucapkan, ‘Sami’allahu liman hamidah’  juga mengangkat kedua tangannya. Jika berdiri dari rakaat kedua juga mengangkat kedua tangannya. Ibnu Umar memarfu’kan hal itu kepada Nabi Saw.

Adapun mengenai mengangkat kedua tangan ketika hendak berdiri dari duduk istirahah, maka hukumnya sunah. Ini adalah pendapat Imam Syafii. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

قوله على المعتمد) اي كما نص عليه الشافعى من انه يسن الرفع عند القيام من جلسة الاستراحة

Perkataan mushannif ‘Menurut pendapat yang kuat’, artinya seperti yang ditegaskan oleh Imam Syafii bahwa disunahkan mengangkat kedua tangan ketika berdiri dari duduk istirahah.

Karena itu, melalui pendapat Imam Syafii ini, mengangkat kedua tangan dalam shalat disunahkan dalam lima tempat, yaitu ketika takbiratul ihram, ketika hendak rukuk, ketika bangun dari rukuk, ketika berdiri dari tasyahud awal, dan ketika hendak berdiri dari duduk istirahah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here