Dalil Anjuran Baca Dzikir Setelah Shalat 5 Waktu  

0
95

BincangSyariah.Com – Imam Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa ulama telah sepakat atas kesunahan dzikir setelah shalat 5 waktu. Hal ini didasarkan pada hadis-hadis shahih yang banyak sekali dengan redaksi yang beragam. Di antaranya adalah sebagai berikut. (Baca: Bacaan Istighfar Setelah Sholat Shubuh yang Dianjurkan Nabi)

Pertama: riwayat Abu Umamah r.a.

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ: أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ: جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ.رواه الترمذي. قال الترمذي: حديث حسن.

Dari Abu Umamah r.a., ia berkata; Rasulullah saw. ditanyakan, “Wahai Rasulullah, doa apa yang paling didengar?” Beliau menjawab, “Doa di tengah malam terakhir, serta dzikir setelah shalat 5 waktu.” (H.R. At-Tirmidzi) Imam At-Tirmidzi berkata, “Hadis Hasan”.

Kedua: riwayat Ibnu Abbas r.a.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ. رواه البخاري. وفي رواية مسلم: “كُنَّا”

Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Aku tahu (tanda) selesainya shalat Nabi saw. dengan bacaan takbir.” (H.R. Al-Bukhari) Di dalam riwayat imam Muslim dengan menggunakan redaksi “kami”. Di dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. dan para sahabatnya mengeraskan suaranya dalam berzikir. Sehingga, ia dapat mendengarnya.

Ketiga: riwayat Tsauban r.a.

عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ « اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ». قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلأَوْزَاعِىِّ كَيْفَ الاِسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ. رواه مسلم.

Dari Tsauban r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. ketika selesai shalat meminta ampunan tiga kali dan berkata Allahumma Antas Salam wa minkas Salam tabaarakta ya dzal jalaali wal ikram (Ya Allah Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).” Kata Walid, maka kukatakan kepada Auza’i, “Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?” Jawabnya, “Engkau ucapkan saja astaghfirullah astaghfirullah (aku meminta ampunan kepada Allah aku meminta ampunan kepada Allah). (H.R. Muslim)

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Sunnah Mutlak di Malam Senin

Keempat: riwayat Al-Mughirah bin Syu’bah r.a.

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ. رواه البخاري ومسلم.

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah r.a., bahwasannya Nabi saw. berzikir setiap selesai shalat wajib “Laa ilaaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa a’la kulli syai’in qadir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, yang Tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan milik-Nya segala pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat menahan dari apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi dari apa yang Engkau tahan. Dan tidak bermanfaat kekayaan orang kaya di hadapan-Mu sedikitpun)”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Kelima: riwayat Abu Hurairah r.a.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ». رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw., “Barangsiapa bertasbih kepada Allah setelah setiap shalat 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan – dan beliau menambahkan – dan ia membaca untuk kesempurnaan seratus Laa ilaaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa a’la kulli syai’in qadir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R. Muslim)

Baca Juga :  Hukum Melaksanakan Shalat Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Demikianlah di antara dalil dzikir setelah shalat 5 waktu yang terdapat dalam hadis-hadis Nabi saw. yang memiliki derajat shahih. Oleh sebab itu, marilah mengistiqamahkan membaca dzikir setelah shalat sebagaimana diajarkan Nabi saw. Bukan langsung berdiri setelah salam. Wa Allahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here