Daging Hewan Akikah Sebaiknya Dimasak Asam atau Manis?

0
213

BincangSyariah.Com – Kebanyakan ulama berpendapat bahwa daging hewan akikah sebaiknya dibagikan dalam keadaan sudah dimasak dibanding dibagikan dalam keadaan masih mentah. Boleh dibagikan dalam keadaan masih mentah, namun lebih baik dibagikan ketika sudah dimasak, kemudian diantarkan ke rumah kerabat, tetangga dan lainnya atau mengundang mereka ke rumah untuk makan bersama.

Lantas bagaimana sebaiknya memasak daging hewan akikah? Apakah dimasak dengan citarasa asam atau manis?

Pada dasarnya, tidak ada tuntunan langsung dari Alquran maupun hadis Nabi Saw. terkait tata cara memasak daging hewan kurban. Namun demikian, para ulama menganjurkan tata cara tertentu terkait memasak daging hewan akikah berdasarkan kebiasaan dan kesukaan Nabi Saw. terhadap suatu makanan.

Ada dua pendapat terkait tata cara memasak daging hewan akikah. Pertama, sebagaimana dinukil Imam Albaghawi dari perkataan Imam Syafii, daging hewan akikah dianjurkan dimasak dengan rasa asam. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir, Nabi Saw. bersabda,

نِعْمَ اْلِادَامُ اْلَخَلُّ

“Sebaik-baik lauk adalah cuka.”

Dari hadis ini menjelaskan bahwa sebaik-baik lauk adalah cuka atau yang dimasak asam. Oleh karena itu, berdasarkan hadis ini Imam Syafii berkesimpulan bahwa sebaiknya daging hewan kurban dimasak dengan rasa asam. Karena masakan paling baik adalah dengan rasa asam, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

Kedua, daging hewan akikah sebaiknya dimasak dengan rasa manis. Pendapat ini diikuti sebagian besar ulama. Mereka mengatakan bahwa daging hewan kurban sebaiknya dimasak dengan rasa manis dengan harapan agar akhlak anak yang sedang diakikahi tersebut ikut manis dan baik. Selain itu, Nabi Saw. menyukai madu dan masakan yang manis.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

Baca Juga :  Cara Allah Mengabulkan Permintaan Hamba-Nya

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحب الحلواء والعسل

“Nabi Saw. senang makanan manis dan madu.”

Melalui hadis ini kebanyakan ulama berkesimpulan bahwa sebaiknya daging hewan akikah dimasak dengan rasa manis, selain dengan harapan agar akhlak anak yang diakikahi manis dan baik, juga agar dapat mengikuti kesenangan Nabi Saw., yaitu makan makanan yang manis.
Dari keterangan di atas, apakah sebaiknya daging akikah dimasak asam atau manis?

Imam Rafii mengatakan bahwa yang lebih kuat dari kedua pendapat di atas adalah pendapat kedua. Dengan demikian, sebaiknya daging hewan akikah dimasak dengan rasa manis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.