Cara Tasyahud Orang yang Jari Telunjuknya Terputus

0
431

BincangSyariah.Com – Rasulullah memerintahkan kepada umatnya agar melaksanakan gerakan shalat sebagaimana mereka melihat beliau shalat. Begitupun dalam tasyahud, terdapat gerakan dimana orang yang shalat mengangkat telunjuk kanan saat mengucapkan syahadat.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut ini,

عن ابن عمر رضي الله عنهما في صفة جلوس رَسُول اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في الصلاة للتشهد، قَالَ: ” كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ، وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا، وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى

Dari Ibnu Umar ra meriwayatkan tentang sifat duduk Rasulullah saw dalam shalat untuk gerakan tasyahud. Ia berkata, “Adapun Nabi jika duduk dalam shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanan dan menggenggamkan semua jarinya dan menunjuk dengan jari yang dekat jempol. Kemudian meletakkan telapak tangan kiri di atas paha kiri.” (HR. Muslim)

Namun apabila jari telunjuk seseorang itu terpotong, bagaimana cara ia  tasyahud? Apakah boleh diganti dengan telunjuk kiri atau jari tangan kanannya yang lain?

Hadis di atas menunjukkan bahwa memberi isyarat saat tasyahud sunah dilakukan dengan tangan kanan dan tidak bisa menggunakan tangan kiri. Karena telunjuk kiri sudah memiliki kesunahan yang lain yaitu meluruskan semua telapak jari kiri di atas paha kiri. Sehingga jika memberi isyarat dengan telunjuk kiri menjadi menyalahi sunah yang diajarkan Rasul.

Sebagaimana Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim berikut ini:

ويشير بمسبحة اليمنى لا غير ، فلو كانت مقطوعة ، أو عليلة : لم يشر بغيرها ، لان من الأصل باليمنى ، ولا اليسرى أي : لا يشير بإصبع آخر ، لا من اليد اليمنى ولا اليسرى ” انتهى

Baca Juga :  Ini Tata Cara Salat Istisqa

“Dan memberi isyarat hanya dengan telunjuk kanan tidak yang lain sekalipun telunjuk kanannya putus atau cacat tidak perlu menunjuk dengan jari selainnya karena asalnya (disyariatkan) dengan telunjuk kanan tidak dengan telunjuk kiri. Maksudnya tidak perlu memberi isyarat dengan jari lain baik dari tangan kanan atau kiri. Selesai.”

Dalam Raudhatu  al-Thalibin, Imam Nawawi juga memberi catatan makruh hukumnya memberi isyarat dengan telunjuk kiri saat tasyahud. Karena kesunahan hanya didapat jika melakukannya dengan telunjuk kanan. Kesimpulannya, seseorang yang telunjuk kanannya putus maka telah gugur keharusannya memberi isyarat saat tasyahud. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here