Cara Tahallul Bagi Orang Gundul

0
715

BincangSyariah. Com – Bila kita cermati Ibadah itu selalu didahului dengan pengharaman dan diakhiri dengan penghalalan (tahallul). Tahallul merupakan agenda puncak dalam ibadah haji maupun ibadah umrah untuk mencapai penghalalan. Ibarat dalam shalat tahallul adalah salam pertama, bila sudah dilakukan berarti telah selesai dari ibadah yang dikerjakan. Konsekuensi dari ini adalah boleh melakukan apa-apa yang dilarang ketika sebelum tahallul.

Hukum tahallul adalah wajib, sebab termasuk rukun ibadah haji dan umrah. Praktik tahallul telah diketahui oleh Nabi Muhammad Saw justru sebelum disyriatkannya tahallul untuk Umat Nabi Muhammad Saw, hal ini berawal dari mimpi yang dialami oleh Nabi Muhammad Saw, kemudian Allah Swt membuat mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan disyriatkannya tahallul. Allah Swt berfirman dalam al-qur’an surah al-Fath: 27,

لَّقَدْ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءْيَا بِٱلْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا۟ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat”.

Kewajiban tahallul bisa hasil minimal dengan memotong tiga helai rambut, dan maksimal-nya memotong dengan mencukur gundul. Bagi laki-laki tahallul yang paling utama adalah mencukur gundul, sedangkan bagi wanita adalah memotong pendek.

Pada dasarnya tahallul ketika umrah dengan cara apapun tidak menjadi masalah, baik memilih cara minimal atau maksimal, asal dilakukan. Namun bagi lelaki yang sudah digundul akan menjadi masalah ketika dia mengulang ibadahnya. Bagaimana menyikapi hal yang demikian ini, apakah masih ada kewajiban tahallul bagi orang gundul, dan bagaimana cara melakukannya?.

Baca Juga :  Panduan Lengkap dan Praktis Ibadah Umrah (2)

Membahas permasalahan ini para ulama khilaf (berselisih). Menurut Madzhab Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah tidak wajib, hanya sebatas sunnah dengan cara melintaskan alat cukur di atas kepalanya. Sedangkan menurut Madzhab Malikiyah adalah Wajib, dengan cara yang sama sebagaimana yang telah disebutkan. [Lihat : Imam an-Nawawi, al-Majmu’ Syarhu al-Muhadzab, j. 8 h. 203.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa menurut mayoritas ulama, tahallul bagi orang gundul adalah sunnah. Sehingga tidak ada kewajiban membayar fidyah (denda) bila tidak dilakukan. Namun menurut Imam Malik adalah Wajib, apabila tidak dilakukan maka wajib membayar fidyah (denda).

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mayoritas Ulama Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah telah sepakat (ijmak) mengenai hukum tahallul bagi orang gundul. Mengenai adanya pendapat ulama-ulama di dalam mazhab Syafi’i sendiri yang tidak sama dengan ijmak, maka itu adalah pendapat yang tidak mentaati terhadap keputusan ijmak tersebut.

Hal ini disampaikan dalam Kitab al-Majmu’ Syarhu al-Muhadzab, j. 8 h.213 :

وحكي أصحابنا عن أبي بكر بن داود أنه قال: لا يستحب إمراره وهو محجوج بإجماع من قبله. وقال أبو حنيفة: هذا الإمرار واجب، ووافقنا مالك وأحمد أنه مستحب.

“Dan ulama madzhab kami menyebutkan riwayat dari Abu Bakr bin Daud, beliau mengatakan, ‘Tidak dianjurkan melintaskan pisau cukur di atas kepalanya’. Tapi dia tidak sejalan dengan ijma’ sebelumnya. Sementara Abu Hanifah mengatakan, bahwa melintaskan pisau cukur di atas kepala hukumnya wajib. Dan yang sesuai pendapat kami adalah Imam Malik dan Imam Ahmad, bahwa itu hukumnya dianjurkan”. Wallahu ‘Alam Bisshawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here